Syamsudduror adalah praktisi konstruksi sekaligus instruktur Program Bangunan Sekolah Tukang Ahli (STUKA) Institut Kemandirian. Ia memiliki pengalaman lebih dari 12 tahun di industri konstruksi.
Selama berkarier, Syamsudduror menangani berbagai tahapan pekerjaan konstruksi. Pengalamannya meliputi perencanaan proyek, penyusunan metodologi pelaksanaan, Rencana Anggaran Biaya (RAB), network planning dan penjadwalan, identifikasi kondisi lapangan, penyusunan Rencana Keselamatan Konstruksi (K3), hingga pengawasan proyek. Ia juga menyelesaikan berbagai persoalan teknis di lapangan.
Seluruh pengalaman tersebut menjadi bekal ketika Syamsudduror mengajar di Program Bangunan STUKA Institut Kemandirian. Ia menghubungkan keterampilan praktik dengan cara berpikir, kemampuan mengambil keputusan, dan rasa tanggung jawab yang dibutuhkan di dunia konstruksi.
Sebagai instruktur Program Bangunan STUKA Institut Kemandirian, Syamsudduror menerapkan filosofi “lakukan sesuatu dengan ikhlas.” Filosofi tersebut menjadi dasar dalam setiap proses pembelajaran.
Ia mengajak peserta belajar melalui pengalaman langsung. Selain itu, ia mendorong mereka berdiskusi, berefleksi, dan memecahkan masalah secara mandiri.
Menurut Syamsudduror, pendidikan vokasi tidak cukup hanya mengajarkan keterampilan teknis. Pendidikan juga harus melatih kemampuan berkomunikasi, mengambil keputusan, bekerja sama, dan bertanggung jawab terhadap setiap pekerjaan.
Pendekatan tersebut membantu peserta memahami bahwa proses belajar menjadi bagian penting dalam membangun kompetensi profesional.
Selain mengajar, Syamsudduror aktif mendorong peserta untuk melihat keterampilan konstruksi sebagai bekal membangun masa depan yang mandiri.
Melalui Program Bangunan STUKA Institut Kemandirian, ia menanamkan semangat kolaborasi dan kewirausahaan. Ia ingin peserta tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha bersama.
Pendekatan tersebut mulai menunjukkan hasil pada STUKA angkatan ketiga. Sejumlah alumni membentuk konsorsium jasa konstruksi. Mereka juga mulai menangani proyek pertama sebagai langkah awal membangun pengalaman profesional.
Bagi Syamsudduror, pendidikan bukan sekadar mengajarkan cara menyelesaikan pekerjaan. Pendidikan juga membentuk karakter, keberanian mengambil keputusan, kemampuan memecahkan masalah, dan kemauan untuk terus berkembang.
Perspektif tersebut selalu ia bawa ke dalam setiap pelatihan di Program Bangunan STUKA Institut Kemandirian. Melalui pendekatan itu, ia berharap setiap lulusan tumbuh menjadi tenaga kerja yang kompeten, adaptif, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan industri konstruksi.