Dicky Imam Mustafa merupakan Barberman, Hairstylist, dan Instruktur Pelatihan yang memiliki pengalaman di industri barbershop. Ia berprofesi sebagai hairstylist di Arfa Barbershop, tempat ia dikenal dengan sebutan “Pilot”. Sebelum menekuni dunia barbering, Dicky memiliki pengalaman bekerja di berbagai bidang. Perjalanan kariernya kemudian beralih ke dunia barbering hingga membawanya dipercaya menjadi salah satu instruktur dalam program Arfa Barbershop Academy (ABA) yang bekerja sama dengan Institut Kemandirian. Dalam perannya sebagai instruktur, Dicky membimbing peserta mulai dari teknik dasar pemotongan rambut hingga pengenalan dunia barbershop bagi mereka yang ingin menjadi barberman profesional.
Untuk terus mengembangkan kompetensinya, Dicky mengikuti berbagai seminar dan workshop di bidang hairstylist. Salah satunya adalah seminar edutainment yang diselenggarakan oleh Wahl Asia Tenggara di Semarang, yang memberikan kesempatan baginya untuk memperluas wawasan sekaligus memperoleh sertifikat keikutsertaan. Selain mengembangkan kemampuan teknis, Dicky memaknai profesi barberman sebagai bagian dari seni yang dapat memberikan dampak positif bagi orang lain. Baginya, pencapaian yang paling membanggakan bukan hanya hasil secara materi, tetapi ketika ia mampu membantu seseorang yang sebelumnya kurang percaya diri terhadap penampilannya menjadi lebih percaya diri dan semakin peduli terhadap penampilan diri.
Sebagai Instruktur Barber Institut Kemandirian, Dicky Imam Mustafa menerapkan pendekatan yang menyesuaikan karakter dan kebutuhan setiap peserta. Ia terlebih dahulu mengenali sifat peserta dan menyesuaikan cara penyampaian materi, termasuk menggunakan humor ketika diperlukan agar pembelajaran lebih mudah diterima. Di sisi lain, ia tetap menekankan pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan respect selama proses pelatihan. Menurut Dicky, dunia barbering merupakan bagian dari seni yang tidak pernah berhenti berkembang. Karena itu, ia mendorong peserta untuk tidak cepat puas, terus belajar, memperluas relasi, dan mengembangkan kemampuan. Melalui pengalaman dan dedikasinya, Dicky berharap para peserta tidak hanya menguasai keterampilan barbering, tetapi juga memiliki semangat untuk terus berkembang dan siap menghadapi dunia profesional.