Syaiful Bari merupakan instruktur Pelatihan Barista Institut Kemandirian Dompet Dhuafa sekaligus praktisi kopi profesional asal Silo, Jember, Jawa Timur. Berasal dari keluarga petani kopi, ketertarikannya terhadap dunia kopi mulai tumbuh saat menempuh pendidikan di Yogyakarta dan semakin berkembang ketika mendirikan kedai kopi di Depok pada tahun 2012. Berkat dedikasi dan pengalamannya di industri kopi, Syaiful Bari kini dikenal sebagai Q Grader, SCA CVA Cupper, ACF Barista, ICC National Judge, serta Coffee YouTuber dengan lebih dari 184 ribu subscribers. Selain aktif mengedukasi masyarakat mengenai kualitas kopi, teknik penyeduhan, coffee cupping, manual brew, espresso, hingga latte art, ia juga merupakan pendiri Memori Baik Coffee dan Jago Academy yang berfokus pada pengembangan kompetensi di industri kopi Indonesia.
Sebagai instruktur pelatihan Barista di Institut Kemandirian, Syaiful Bari memiliki pengalaman panjang dalam melatih calon barista, pelaku usaha kopi, dan profesional di industri coffee shop. Materi yang diajarkan mencakup berbagai keterampilan penting, mulai dari coffee cupping, manual brew, espresso, latte art, hingga standar pelayanan barista profesional. Menurutnya, mengikuti pelatihan dan memperoleh sertifikasi merupakan langkah penting untuk meningkatkan kompetensi dan membuka peluang karier sebagai barista, coffee roaster, juri kompetisi, instruktur, maupun wirausaha di bidang kopi. Ia juga meyakini bahwa belajar bersama mentor berpengalaman akan mempercepat proses pembelajaran sekaligus membantu peserta menghindari kesalahan yang umum terjadi saat belajar secara otodidak.
Dedikasi Syaiful Bari dalam dunia pendidikan telah menghasilkan 1.421 alumni dari berbagai program pelatihan barista dan pelatihan kopi. Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah menjadi instruktur di Institut Kemandirian, di mana peserta memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan secara gratis melalui proses seleksi dan menunjukkan semangat belajar yang tinggi. Bagi Syaiful Bari, setiap peserta memiliki potensi untuk berkembang apabila mendapatkan pendampingan yang tepat, pembelajaran berbasis praktik, serta pengalaman langsung dari industri kopi. Melalui pelatihan yang aplikatif dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja, ia berharap semakin banyak masyarakat mampu membangun karier, membuka usaha coffee shop, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk mendukung kemajuan industri kopi Indonesia.