Dari kehilangan pekerjaan, mencoba usaha basreng, hingga mendapatkan kesempatan mengembangkan keterampilan melalui Pelatihan Barber Institut Kemandirian Dompet Dhuafa.
Kehilangan pekerjaan bukanlah hal yang mudah. Terlebih ketika kebutuhan keluarga tetap harus dipenuhi dan masa depan masih penuh ketidakpastian. Namun, kondisi sulit tidak selalu menjadi akhir dari sebuah perjalanan. Dian, mantan karyawan pabrik furnitur, memilih untuk terus mencari jalan keluar ketika pekerjaan yang selama bertahun-tahun menjadi sumber penghasilannya mulai tidak memberikan kepastian. Ia kemudian mencoba bertahan dengan usaha basreng. Hingga akhirnya, sebuah kesempatan membawanya mengikuti Pelatihan Barber Institut Kemandirian Dompet Dhuafa angkatan 2025.
Kini, perjalanan tersebut membawanya pada babak baru. Dian telah bekerja sebagai barberman di Arfa Barber Yogyakarta dan memiliki penghasilan tetap untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.
Ketika Pekerjaan Tak Lagi Memberikan Kepastian

Selama kurang lebih enam tahun, Dian bekerja di industri mebel. Pekerjaan tersebut menjadi bagian penting dalam kehidupannya dan menjadi salah satu sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, perusahaan tempat Dian bekerja mengalami masalah finansial. Kondisi tersebut membuat operasional perusahaan terganggu. Selama beberapa bulan, Dian tetap bekerja tanpa menerima penghasilan. Di sisi lain, kebutuhan keluarga terus berjalan. Kebutuhan sehari-hari tetap harus dipenuhi meskipun kondisi pekerjaan belum memberikan kepastian. Dian akhirnya mengambil keputusan yang tidak mudah. Ia memilih untuk mengundurkan diri dan mencari jalan lain agar dapat kembali memperoleh penghasilan.
Keputusan tersebut menjadi awal dari perjalanan baru dalam hidupnya. Setelah meninggalkan pekerjaannya, Dian tidak memilih untuk berdiam diri. Ia mencoba berbagai cara untuk tetap bertahan. Salah satunya adalah dengan membuat dan menjual basreng. Dian memproduksi camilan tersebut secara mandiri. Setelah itu, ia memasarkannya dari satu warung ke warung lainnya. Ia menawarkan produknya secara langsung dengan harapan usaha tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meski belum memberikan kepastian seperti pekerjaan sebelumnya, usaha tersebut menunjukkan satu hal penting: Dian tidak berhenti berusaha.
Di tengah proses tersebut, Dian mulai menyadari pentingnya memiliki keterampilan yang dapat digunakan sebagai bekal bekerja. Baginya, memiliki skill bukan hanya tentang mendapatkan pekerjaan. Keterampilan juga dapat menjadi modal untuk menciptakan peluang dan membangun kemandirian.
Menemukan Kesempatan Lewat Pelatihan Barber

Menjadi seorang barber sebenarnya bukan keinginan yang baru bagi Dian. Ia telah memiliki ketertarikan untuk terjun ke dunia potong rambut. Namun, keterbatasan keterampilan dan kondisi finansial menjadi tantangan untuk mengikuti training barber profesional. Kesempatan kemudian datang melalui Pelatihan Barber Institut Kemandirian Dompet Dhuafa angkatan 2025.
Dian menjadi salah satu peserta Professional Barber Training Batch 1 yang diselenggarakan di Yogyakarta. Program ini menjadi kesempatan baginya untuk mempelajari keterampilan barber secara lebih serius dan terarah. Untuk mendapatkan kesempatan tersebut, Dian harus melewati proses seleksi. Dari 100 pendaftar, Dian menjadi salah satu peserta yang berhasil terpilih untuk mengikuti pelatihan.
Bagi Dian, kesempatan ini bukan sekadar kegiatan belajar. Pelatihan menjadi ruang untuk membangun kembali kepercayaan diri sekaligus mendapatkan keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk masa depan. Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembelajaran hard skill dan soft skill. Materi tidak hanya berfokus pada teknik mencukur profesional, tetapi juga kedisiplinan, kejujuran, etika kerja, dan kesiapan untuk memasuki dunia kerja.
Dunia barber terus berkembang. Tren gaya rambut yang berubah membuat seorang barber perlu terus belajar dan mengikuti kebutuhan pelanggan. Karena itu, keterampilan menjadi bagian penting dalam profesi barber. Melalui pelatihan barber Institut Kemandirian, Dian mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya di bidang potong rambut.
Bagi Dian, proses belajar ini menjadi langkah penting. Keinginan untuk menjadi barber yang sebelumnya terkendala keterampilan dan biaya training profesional kini mulai berubah menjadi kemampuan yang dapat digunakan sebagai bekal bekerja.
Ketika seseorang memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, peluang untuk membangun kemandirian juga semakin terbuka.
Dari Pelatihan hingga Menjadi Barberman di Yogyakarta

Perjalanan Dian tidak berhenti setelah mengikuti pelatihan. Keterampilan yang diperolehnya menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja. Kini, Dian telah bekerja sebagai barberman di Arfa Barber Yogyakarta. Perubahan tersebut menjadi salah satu hasil penting dari perjalanan yang ia lalui. Sebelumnya, Dian harus menghadapi ketidakpastian setelah kehilangan pekerjaan. Ia bahkan mencoba bertahan dengan menjual basreng untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kini, ia memiliki profesi yang sesuai dengan keterampilan yang telah dipelajarinya. Lebih dari sekadar memiliki pekerjaan, menjadi barberman memberikan perubahan yang berarti bagi kehidupan Dian dan keluarganya. Dengan penghasilan yang diperoleh dari pekerjaannya, Dian kini dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga bersama istri dan satu anaknya yang masih balita. Hal tersebut menjadi salah satu perubahan yang paling dirasakan setelah Dian memiliki pekerjaan sebagai barberman.
Keterampilan yang dahulu menjadi keinginan kini telah menjadi bagian dari pekerjaannya sehari-hari. Ia memiliki kesempatan untuk terus mengasah kemampuan, mengikuti perkembangan tren rambut, serta memberikan pelayanan kepada pelanggan. Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa sebuah keterampilan dapat menjadi jalan menuju kemandirian. Dian yang sebelumnya kehilangan sumber penghasilan kini memiliki profesi yang dapat menjadi bekal untuk membangun masa depan bersama keluarganya. Kisahnya juga memperlihatkan bahwa dampak sebuah pelatihan tidak berhenti ketika peserta menyelesaikan proses belajar.
Ketika keterampilan dapat diterapkan di dunia kerja, pelatihan dapat membuka jalan menuju penghasilan dan kehidupan yang lebih mandiri.
Keterampilan Membuka Jalan untuk Bangkit

Kisah Dian menjadi pengingat bahwa kehilangan pekerjaan bukan berarti kehilangan seluruh kesempatan. Ketika satu pintu tertutup, masih ada peluang lain yang dapat dicoba. Tentu, prosesnya membutuhkan keberanian, kemauan belajar, dan ketekunan. Dian memulainya dengan mencoba usaha basreng. Setelah itu, ia berani mengambil kesempatan untuk mengikuti Pelatihan Barber Institut Kemandirian Dompet Dhuafa angkatan 2025.
Kesempatan tersebut kemudian membawanya pada langkah berikutnya hingga akhirnya bekerja sebagai barberman di Arfa Barber Yogyakarta. Perubahan yang dialami Dian menunjukkan bahwa keterampilan dapat memberikan dampak nyata dalam kehidupan. Dari sebelumnya menghadapi ketidakpastian penghasilan, kini Dian memiliki pekerjaan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia juga memiliki kesempatan untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang yang memang diminatinya.
Melalui berbagai program pelatihan dan pemberdayaan, Institut Kemandirian terus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun membangun usaha mandiri.
Program pelatihan tidak hanya memberikan pengetahuan teknis. Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk membangun karakter, kedisiplinan, dan kesiapan menghadapi dunia kerja. Hal ini sejalan dengan pendekatan pelatihan Institut Kemandirian yang menggabungkan pembelajaran teknis dan penguatan soft skill.
Sebab, keterampilan bukan hanya tentang kemampuan bekerja.
Keterampilan adalah modal untuk menciptakan kesempatan dan membangun kemandirian.
Grow With Us

Grow With Us menjadi semangat untuk terus bertumbuh dan berkembang bersama. Kisah Dian menunjukkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memulai kembali. Tidak harus menunggu kondisi menjadi sempurna. Tidak harus menunggu semua masalah selesai. Terkadang, langkah pertama hanya membutuhkan keberanian untuk mencoba.
Namun, satu hal telah dimulai: keberanian untuk bangkit dan terus bertumbuh. Kisah Dian menjadi bukti bahwa kehilangan pekerjaan bukan berarti kehilangan masa depan. Selama masih ada kemauan untuk belajar dan keberanian untuk mengambil kesempatan, selalu ada jalan untuk tumbuh dan menjadi lebih mandiri. Semoga kisah Dian dapat menginspirasi lebih banyak orang yang sedang menghadapi kehilangan pekerjaan atau berada dalam kondisi penuh ketidakpastian. Karena setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk bangkit.
Grow With Us.
