Institut Kemandirian Beri Pembekalan Usaha untuk PMI di Exit Program KJRI Hong Kong
Hong Kong — Olympic House, Causeway Bay, menjadi saksi antusiasme para Pekerja Migran Indonesia (PMI) pada 9 November 2025. Ratusan PMI mengikuti Exit Program KJRI Hong Kong, sebuah agenda rutin untuk mempersiapkan mereka kembali ke Indonesia. Tahun ini, sesi kewirausahaan diisi oleh Institut Kemandirian melalui kolaborAksi bersama KJRI Hong Kong dan Dompet Dhuafa Hong Kong, dengan tema utama: “Rintis Usaha, Selagi Kerja? Bisa Banget!”

Menjawab Kebutuhan Nyata Para PMI
Exit program dirancang untuk mengurangi potensi culture shock, memperkuat literasi finansial, dan menyiapkan kepulangan PMI secara lebih matang. Pemilihan Institut Kemandirian sebagai pengisi materi berangkat dari rekam jejak lembaga ini yang sejak 2024 aktif berkomunikasi dengan stakeholder di Hong Kong, termasuk Dompet Dhuafa Hong Kong dan KJRI.
Dari hasil pemetaan lapangan, Institut Kemandirian menemukan aspek penting yang dibutuhkan oleh para Pekerja Migran Indonesia, diantaranya : Pengetahuan kewirausahaan, peningkatan kompetensi softskill & hardskill, literasi keuangan sebagai mitigasi agar para PMI tidak mengalami kerugian akibat penipuan dan investasi tidak jelas saat mereka hendak terjun membuka usaha, terlebih diperkuat dengan kondisi keluarga PMI di Indonesia yang kerap belum siap mendukung rencana usaha.

“Institut Kemandirian berupaya meningkatkan kualitas para migran—terutama agar mereka siap berwirausaha saat pulang. Kami ingin mereka kembali dengan peluang, bukan kebingungan,” tutur Direktur Institut Kemandirian, Abdurrahman Usman.

Belajar Menata Masa Depan, Mulai Hari Ini
Dalam sesi pelatihan, PMI diajak mengenali tujuan hidup, menyusun rencana usaha, dan membangun keyakinan untuk memulai. Materi dirancang sederhana namun aplikatif, membantu PMI memahami langkah awal memulai usaha yang sesuai kondisi mereka. Diskusi berlangsung interaktif, memberi ruang bagi PMI menyampaikan kekhawatiran dan harapan tentang masa depan setelah kembali ke Indonesia.

Migrant Bright GoHome: Menyiapkan Kepulangan yang Berdaya
Program Migrant Bright GoHome (MBG) yang digagas oleh Institut Kemandirian, menjadi salah satu rujukan yang relevan dalam sesi ini. Gambaran program tersebut membantu PMI membangun kesiapan usaha melalui pembekalan soft skill dan hard skill, literasi keuangan, hingga pendampingan bisnis berkelanjutan. Tujuannya jelas: agar mantan PMI pulang sebagai calon wirausahawan yang berdaya saing dan tidak lagi rentan terhadap risiko finansial. pada Batch yang pertama program ini didukung penuh oleh BNI Remittance Hong Kong dengan jumlah peserta program sebanyak 53 orang PMI.

Menumbuhkan Wirausahawan Baru dari PMI
KolaborAksi Institut Kemandirian, Dompet Dhuafa Hong Kong, dan KJRI Hong Kong di exit program kali ini menjadi langkah penting dalam membuka wawasan PMI bahwa persiapan usaha bisa dimulai sejak mereka masih bekerja. Dengan pendekatan yang relevan dan pengalaman lapangan yang kuat, sesi ini memberikan bekal nyata bagi PMI untuk membangun masa depan ekonomi yang lebih stabil.
Teks & Foto : Siti Halimatussadiah
Penyunting : Abdurrahman Usman




