Bogor, 12 Januari 2025 – Dompet Dhuafa melalui Institut Kemandirian kembali menegaskan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui program pelatihan keterampilan. Salah satu program unggulan adalah Pelatihan Pangkas Rambut yang kini dihadirkan di Pondok Pesantren Nurul Yaqien, Cisarua, Kabupaten Bogor. Program ini dirancang untuk memberikan keterampilan praktis kepada para santri, menjadikan mereka lebih mandiri dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pangkas rambut, sebagai kebutuhan dasar, dipilih menjadi fokus pelatihan karena memiliki nilai praktis dan dapat dijadikan profesi. Dengan keterampilan ini, para santri diharapkan mampu menciptakan peluang ekonomi baik di lingkungan pesantren maupun masyarakat luas.
Santri selama ini dikenal dengan pembelajaran agama yang mendalam, membentuk generasi dengan pemahaman spiritual yang kuat. Namun, di tengah perkembangan zaman, santri juga dituntut untuk berperan sebagai penggerak masyarakat. Keterampilan praktis, seperti pangkas rambut, menjadi bekal penting untuk memperluas kontribusi santri di berbagai bidang.


Dalam upaya mendukung hal tersebut, Ahad (12/01), Institut Kemandirian Dompet Dhuafa mengadakan Pelatihan Pangkas Rambut yang melibatkan santri dari Pondok Pesantren Nurul Yaqien. Pelatihan ini berlangsung di Learning and Empowerment Center, Cisarua, Kabupaten Bogor, dan diikuti oleh 13 santri. Kegiatan ini juga merupakan hasil kolaborasi dengan School for Refugee (SfR), yang bertujuan memberdayakan santri melalui keterampilan praktis
Direktur Institut Kemandirian, Abdurrahman Usman, dalam sambutannya menyampaikan, “Saatnya santri hadir di masyarakat bukan hanya sebagai rujukan permasalahan agama, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi. Pangkas rambut adalah kebutuhan dasar yang menjadi salah satu kompetensi praktis bagi santri. Bahkan, keterampilan ini dapat menjadikan mereka tukang cukur profesional di masa depan.”


“Pelatihan ini adalah kesempatan luar biasa bagi para santri untuk tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga membekali diri dengan keterampilan yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap, melalui pelatihan pangkas rambut ini, santri-santri kami dapat menjadi pribadi yang mandiri, mampu berkontribusi secara ekonomi, sekaligus tetap menjadi penggerak nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat,” ujar Ustadz Afan dalam sambutan pembukaan Goes To Public Pelatihan Pangkas Rambut di Cisarua.
Sebagai bagian dari Pelatihan Pangkas Rambut, program Goes to Public juga digelar untuk memberikan pengalaman langsung kepada para peserta sekaligus memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Dalam kegiatan ini, para peserta pelatihan menawarkan layanan pangkas rambut gratis yang disambut antusias oleh warga sekitar Pondok Pesantren Nurul Yaqien, Cisarua, Bogor.
Kegiatan Goes to Public ini berhasil dilaksanakan pada Ahad, 19 Januari 2025. Selain menjadi ajang untuk mempraktikkan keterampilan, program ini juga bertujuan membangun rasa percaya diri peserta dalam melayani pelanggan dan meningkatkan interaksi mereka dengan masyarakat.

“Melalui Goes to Public, kami berharap para peserta tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga membangun kepekaan sosial dan pengalaman nyata dalam menghadapi kebutuhan masyarakat,” ujar Nandar, salah satu instruktur pelatihan.

Dompet Dhuafa melalui Institut Kemandirian terus berupaya memberikan solusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat. Program ini diharapkan menjadi langkah awal yang baik dalam mencetak santri yang mandiri, profesional, dan mampu membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Semoga inisiatif ini menjadi inspirasi bagi pesantren lain untuk memberdayakan para santri melalui keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Teks & Foto : Siti Nuraida R., Siti Halimatussadiah
Penyunting : Siti Halimatussadiah, Sri Apriyanti




