Deru mesin dan aroma oli menjadi saksi lahirnya semangat baru di dua kota: Karawaci dan Semarang. Selama dua bulan, sejak September hingga November 2025, Institut Kemandirian Dompet Dhuafa kembali menggelar pelatihan servis motor bagi para pemuda yang ingin mengasah keterampilan dan menjemput kemandirian ekonomi.

Karawaci: Bengkel yang Melahirkan Rasa Percaya Diri Baru
Di bengkel praktik Institut Kemandirian Karawaci, sebanyak 10 peserta dari berbagai daerah mengikuti pembelajaran intensif. Hari demi hari mereka belajar memahami struktur mesin, teknik perawatan, hingga menyelesaikan beragam masalah pada kendaraan roda dua. Suasana bengkel tak hanya dipenuhi suara mesin, tetapi juga diskusi, kerja sama, dan proses belajar yang membentuk kepercayaan diri baru.

Selain mengasah keterampilan teknis, para peserta juga dibekali softskill seperti kedisiplinan, kemampuan komunikasi, dan etos kerja. Pendekatan ini membuat pelatihan menjadi lebih dari sekadar ruang praktik; tetapi juga tempat membangun karakter.

Abdurrahman Usman, Direktur Institut Kemandirian Dompet Dhuafa, menyampaikan pesan yang menguatkan para peserta:
“Peserta diharapkan menjaga keluarga baru yang terbentuk selama pelatihan ini. Teruslah bersungguh-sungguh belajar, berkompetensi, dan berjejaring.”


Salah satu pengalaman paling berkesan adalah kegiatan “Goes To Public”, di mana peserta memberikan servis motor gratis untuk masyarakat. Momen ini tidak hanya menguji kemampuan mereka, tetapi juga menanamkan nilai kebermanfaatan sosial.
Kesuksesan pelatihan di Karawaci menjadi refleksi bahwa akses pelatihan berkualitas masih sangat dibutuhkan oleh banyak pemuda di berbagai wilayah. Institut Kemandirian melihat bahwa tidak semua calon peserta memiliki kesempatan untuk datang ke Karawaci karena keterbatasan biaya, jarak, atau waktu.
Karenanya, IK terus memperluas jangkauan melalui pembentukan Satelit Pelatihan di daerah, agar masyarakat lokal dapat mendapatkan pelatihan berkualitas tanpa harus berpindah jauh dari tempat tinggalnya. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk pemerataan akses pendidikan nonformal, menciptakan lebih banyak peluang, dan mempercepat lahirnya SDM kompeten di daerah-daerah potensial.
Semarang: Kolaboraksi yang Membuka Peluang Lebih Besar
Dengan semangat yang sama, pelatihan juga dibuka di LPK Sinar Nusantara Semarang melalui kolaboraksi antara Institut Kemandirian dan Dompet Dhuafa Jawa Tengah. Di sini, 11 peserta mengikuti program pelatihan yang memadukan pemahaman teknis dan penguatan karakter.

Zaini Tafrikhan, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Tengah, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar membekali keterampilan teknis, tetapi juga membentuk pribadi yang mampu memberikan kebermanfaatan bagi lingkungan.

Kurikulum yang diterapkan mencakup hardskill perawatan dan perbaikan motor serta softskill untuk membangun kesiapan mental dan profesionalitas. Para peserta juga menjalani kegiatan “Goes To Public”, yang memungkinkan mereka menerapkan keterampilan sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat Semarang.


Setelah pelatihan berakhir, seluruh peserta—baik dari Karawaci maupun Semarang—bersiap memasuki dunia kerja melalui magang di Bengkel Inkubasi Institut Kemandirian dan bengkel mitra Dompet Dhuafa.

Dari Karawaci hingga Semarang, pelatihan servis motor ini menjadi bukti bahwa ruang sederhana seperti bengkel dapat melahirkan harapan, keberanian, dan langkah pertama menuju kemandirian.

Teks & Foto : Siti Halimatussadiah
Penyunting : Sri Apriyanti




