INSTITUTKEMANDIRIAN.ORG – Institut Kemandirian terus melahirkan pengusaha-pengusaha baru di berbagai bidang usaha sesuai kemampuannya.
Mulai dari menjadi seorang penjahit, montir dan berbagai usaha lainnya. Namun, ada juga yang masih ragu untuk memulai usaha sendiri dan memilih bekerja di perusahaan orang lain.
Salah satu alumni yang berniat merintis usaha sendiri sebagai montir yaitu Yudi Bobi Sandi dari Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Yudi yang merupakan alumni Institut Kemandirian Satelit Pujon menyatakan, ia berniat merintis membuka bengkel sendiri di lingkungannya.
Ia mengaku mendapat semangat berlipat usai mengikuti pelatihan keterampilan otomotif sepeda motor di Institut Kemandirian.
Yudi sendiri memang sudah mengenal dunia otomotif dan biasa membongkar pasang mesin sepeda motor.
Namun, sejauh ini ia tidak terlalu serius untuk menekuninya. Karena, meskipun secara praktek tidak terlalu kesulitan, ia merasa minder karena tidak menguasai teorinya.
Namun, setelah mengikuti pelatihan di Institut Kemandirian, ia mengaku semakin percaya diri memulai usaha bengkel motor.
“Di awal memang sudah bisa, cuma asal bisa saja (autodidak). Setelah ikut pelatihan dapat materi jadi semakin percaya diri,” kata Yudi.
Yudi yang sudah berkeluarga itu berniat membuka bengkel sepeda motor tak jauh dari kediamannya. Ia mengaku banyak mendapat pengalaman dan pengetahuan berharga dari pelatihan.
Salah satunya yakni terkait sepeda motor injeksi, selama ini dirinya belum betul-betul menguasai tentang motor injeksi.
“Lebih dapat pengalaman selama pelatihan di BMP, salah satunya soal injeksi ya, cuma belum ada alat untuk mesin injeksi itu,” ucapnya.
Yudi sendiri meyakini usaha bengkel sepeda motor cukup menghidupi keluarganya. Selain itu, ia juga memiliki skill di bidang elektronik.
“Alhamdulillah, di samping benahi alat elektronik. Masyarakat juga sudah kenal kalau saya bisa memperbaiki sepeda motor,” tuturnya.
Ia berharap, niatnya membuka bengkel bisa segera terealisasi. Apalagi, ia sudah bekerjasama dengan salah satu temannya untum mengisi onderdil di bengkelnya.
“Mudah-mudahan segera dapat modal biar bisa segera buka,” ujarnya.***




