Institut Kemandirian Dompet Dhuafa Tuntaskan Layanan Vokasi Pascabanjir di Tapanuli Tengah, Jangkau 289 Penerima Manfaat

Tapanuli Tengah, Sumatera Utara — Institut Kemandirian Dompet Dhuafa menuntaskan layanan vokasi pascabanjir di dua titik terdampak di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada periode 1–6 Januari 2026. Layanan ini menjadi bagian dari fase pemulihan, dengan fokus pada bantuan berbasis keterampilan yang berdampak langsung pada aktivitas harian masyarakat.

Dalam pelaksanaan di lapangan, Institut Kemandirian menghadirkan servis sepeda motor gratis dan layanan cukur rambut bagi warga terdampak banjir. Sepeda motor menjadi sarana vital masyarakat untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga, namun banyak kendaraan rusak parah akibat terendam air dan lumpur.

 

 

Selama enam hari layanan berjalan, tim Institut Kemandirian berhasil menuntaskan:

  • Servis sepeda motor: 133 unit
  • Layanan cukur rambut: 156 orang
    Sehingga total penerima manfaat yang terlayani mencapai 289 orang di dua lokasi.

 

Proses penanganan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan kondisi mesin, pembersihan komponen, penggantian oli, penyetelan rantai, hingga penggantian kampas rem sesuai kebutuhan. Setiap unit motor membutuhkan waktu pengerjaan sekitar 45–60 menit, menyesuaikan tingkat kerusakan, dengan prioritas kendaraan yang mengalami mati total.

 

Meski layanan berlangsung di tengah cuaca yang belum stabil dan hujan yang kerap turun, tim tetap memastikan seluruh motor yang masuk antrean dapat kembali berfungsi dan aman digunakan. Sementara itu, layanan cukur rambut menjadi ruang pemulihan tersendiri, menghadirkan kenyamanan dan kepercayaan diri bagi warga dan anak-anak penyintas. 

Sambil menunggu motor selesai diservis, warga dan anak-anak menikmati layanan cukur rambut gratis dari tim barber Eli Permadi dan Wandi. Layanan ini menjadi pelengkap pemulihan, menghadirkan rasa nyaman dan kepercayaan diri bagi penyintas di tengah situasi pascabencana.

 

Direktur Institut Kemandirian Dompet Dhuafa, Abdurrahman Usman, menegaskan bahwa pendekatan pemulihan berbasis vokasi merupakan karakter utama Institut Kemandirian dalam merespons bencana.

“Karakteristik Institut Kemandirian memang masuk pada fase pemulihan. Kami bergerak di bidang pendidikan dan vokasi, sehingga bantuan yang diberikan berbasis keterampilan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kebutuhan sederhana kerap luput dari perhatian, namun sangat menentukan pemulihan aktivitas warga.

“Servis motor dan cukur rambut terlihat sederhana, tetapi dampaknya sangat besar. Dengan motor yang kembali menyala dan aktivitas yang mulai normal, warga bisa kembali melanjutkan kehidupan mereka,” tambahnya.

Melalui layanan vokasi ini, Institut Kemandirian Dompet Dhuafa menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi masyarakat terdampak bencana, tidak hanya pada fase darurat, tetapi hingga proses pemulihan berjalan dan kemandirian kembali tumbuh.

 

Teks & Foto              : Siti Halimatussadiah, DD
Penyunting             : M. Imam Baihaqi

Bagikan konten ini: