CEO Digital Mastah Indonesia Ungkap Baru Sebulan Latihan, Peserta Sudah Mampu Kuasai Ilmu Digital Marketing di Institut Kemandirian

CEO PT. Mastah Digital Indonesia Harseto ketika memberikan materi Digital Marketing di Institut Kemandirian

Tangerang – Institut Kemandirian terus membantu pemerintah berperan serta dalam mengurangi tingkat pengangguran. Banyaknya pencari kerja yang tidak dibekali dengan keterampilan dan keahlian sehingga kemampuan yang dimiliki tenaga kerja tidak dapat diaplikasikan pada pekerjaan yang dilaksanakan.

Guna memenuhi standarisasi keterampilan para pemuda-pemudi Indonesia, Institut Kemandirian (IK) memberikan amanah penuh kepada PT. Mastah Digital Indonesia untuk memberikan ilmu Digital Marketing kepada peserta pelatihan.

CEO Mastah Digital Indonesia Harseto menjelaskan konsep awal yang kami berikan kepada peserta latihan adalah adalah kita menyebutnya dengan bootcamp.

Bootcamp adalah jenis pelatihan yang cukup lama, materinya sedikit, akan tetapi prakteknya lebih banyak.

Hal ini dikatakan Harseto kepada tim media Institut Kemandirian ketika memberikan materi offline di Kampus Institut Kemandirian di Jalan Zaitun II Komplek Islamic Village Tangerang, Kamis (25/8/2022).

Seto panggilan akrab Harseto pun menjelaskan, selain peserta praktek, peserta juga mendapatkan dampak materi dari bootcamp itu sendiri.

Sedangkan diminggu pertama, para peserta kami berikan pondasi dasar tentang marketing secara general.

“pada intinya peserta harus mengetahui dasar ilmu marketing. Mengetahui positif dan negatif atau problem dari suatu produk,” jelasnya.

Setelah itu peserta kami berikan materi mengetahui segmen marketnya kearah mana. Lalu, seluruh peserta mengetahui semua itu, barulah kami memberikan materi lanjutan yang lebih teknis.

“Karena hal-hal teknis berawal dari mengetahui dasar marketing,” ungkap Seto.

CEO muda itu pun menambahkan, saat ini, para peserta sudah kami berikan materi membuat website, bagaimana mendesain copy writing yang nantinya di implementasikan kedalam website.

“Kemudian dari website itulah para peseta bisa mengiklankan produknya masing-masing. Dan para peserta bisa mengiklankan juga di media sosial facebook dan Instagram,” paparnya.

Alhamdulilah, selama satu bulan peserta mengikuti pelatihan Digital Marketing, boleh dikatakan seluruh peserta bisa menangkap dan mengerti materi serta mampu menguasai ilmu Digital Marketing yang kami berikan.

“Hal ini terlihat dari tugas-tugas yang diselesaikan oleh para peserta,” lanjut Seto.

Walaupun, diminggu ke 1 dan 2 peserta masih banyak yang masih belum memahami atau masih error ketika menyelesaikan tugas. Hal ini adalah suatu kewajaran, karena kebanyakan peserta tidak memiliki dasar ilmu IT atau Digital Marketing.

“Tetapi lambat laun para peserta bisa memahami dan mengerti materi yang kami berikan,” ucapnya.

Masuk kepada bulan kedua ini lanjut Seto, para peserta mulai lebih memahami materi. Dari tugas yang dikerjakan peserta hasilnya semakin baik dan sesuai apa yang diinginkan oleh para instruktur.

Seto berharap, Mastah Digital Indonesia bisa memberikan apa yang diharapkan oleh Institut Kemandirian. Tugas kami hanya menyampaikan materi

“Menjadikan peserta tenaga ahli yang saat ini sedang dibutuhkan. Kriteria-kriteria saat ini, itulah yang kami berikan,” punkas Seto.

Terakhir diharapkan Seto, peserta juga bisa membuka lapangan pekerjaan atau menjadi pemuda entrepreneur. Atau lebih lagi peserta juga bisa menjadi instruktur untuk rekan-rekan atau saudara-saudaranya.

Bagikan konten ini: