Dihqon Nadaamist, S.E., M.Si. merupakan Social Entrepreneur, Santripreneur, serta CEO & Founder CleanSheet (PT Cita Indonesia Bersih). Ia memiliki pengalaman dalam jasa kebersihan, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat. Dihqon mulai menekuni bisnis cleaning service pada 2019. Saat itu, ia masih berada di semester akhir perkuliahan. Ia melihat peluang besar dalam bisnis jasa kebersihan. Menurutnya, bisnis ini dapat membuka lapangan kerja dan membantu masyarakat menjadi lebih mandiri. Sebelumnya, Dihqon mencoba berbagai usaha. Ia pernah menjalankan bisnis batik, makanan, dan minuman. Setelah itu, ia memilih bisnis jasa kebersihan dan membangun CleanSheet. Selain mengembangkan bisnis, ia aktif sebagai Pembina CleanSheet Foundation dan penulis buku Bersih-Bersih Menyambung Harapan.
Selanjutnya, Dihqon terus mengembangkan kompetensinya melalui berbagai pengalaman profesional. Ia pernah menjadi Dosen Universitas Darunnajah dan Tenaga Ahli Pengembangan Kewirausahaan Nasional Kemenkop UKM. Selain itu, ia menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan pemerintah dan swasta. Pengalamannya juga membawanya meraih sejumlah penghargaan. Ia meraih Santripreneur Award 2020, Best of The Best The NextDev Talent Scouting Telkomsel 2021, dan Top 15 Hyundai Startup Challenge 2022. Pada 2026, ia meraih Indonesia Top Achievement Award. Sebagai Instruktur Pelatihan Cleaning Service Institut Kemandirian, Dihqon membawa pengalaman industri ke ruang belajar. Ia menggunakan komposisi 40% teori dan 60% praktik. Selain itu, ia mengajak peserta mengikuti on the job training (OJT). Dengan cara ini, peserta mengenal lingkungan kerja secara langsung.
Dalam pelatihan, Dihqon mengajarkan keterampilan teknis dan membangun karakter peserta Institut Kemandirian. Karena itu, ia menanamkan nilai kejujuran, kerja keras, kedisiplinan, komunikasi, dan sikap melayani. Menurutnya, karakter menjadi fondasi penting bagi tenaga cleaning service profesional. Selain keterampilan, peserta juga perlu memiliki kemauan untuk terus belajar. Oleh karena itu, Dihqon mengajak peserta untuk tidak minder dan berani memulai karier dari bawah. Ia percaya bahwa kerja keras dapat membuka peluang untuk berkembang. Pada akhirnya, peserta dapat menjadi karyawan, staf, hingga pemimpin. Mereka juga dapat membuka peluang kerja bagi orang lain. Melalui pengalaman dan dedikasinya, Dihqon berharap peserta Institut Kemandirian menjadi pribadi yang siap kerja, siap berkembang, dan siap sukses.