INSTITUTKEMANDIRIAN.ORG – Institut Kemandirian dan PT Danareksa menggelar On the Job Training peserta pelatihan pengolahan pangan.
On the Job Training dilaksanakan di Cihaur Kuku, Kelurahan Antapani, Kota Bandung pada 28-29 Januari 2022.
Adapun kegiatan On the Job Training yang dilaksanakan yakni melalui bazar produk berupa brownies, biskuit dan nugget jamur.

Pada kegiatan bazar tersebut, peserta dilatih mengenalkan produk yang sudah diolah, melakukan edukasi pengolahan pangan basis tepung mocaf yang lebih sehat dan pengolahan pangan non gluten yang lebih support untuk kesehatan.
Kemudian, melakukan survey pasar termasuk cita rasa dan kepantasan harga dari produk baru yang diolah seperti brownies, biskuit tepung mocaf dan nugget jamur.
Semua kegiatan itu bertujuan agar peserta mampu mengetahui pemetaan produk yang disukai oleh berbagai segmen pasar.

Selain itu, peserta juga diharapkan mampu mengetahui pemetaan harga yang pantas dalam penjualan produk baru di masyarakat berdasarkan segmen pasar.
Pasca kegiatan On the Job Training, Institut Kemandirian dan PT Danareksa juga akan melaksanakan wisuda dan pembagian sertifikat bagi peserta, melakukan pembinaan dan pendampingan proposal usaha serta inkubasi usaha.
Perlu diketahui, pelatihan pengolahan pangan Institut Kemandirian dan PT Danareksa dilaksanakan sejak Kamis 13 Januari 2022 lalu.

Adapun tahapan pelatihan yang dilaksanakan yakni pelatihan kelas KBM selama 8 hari yang terdiri dari 2 putaran atau 2 batch.
Kemudian, Pelatihan kewirausahaan selama 2 hari, On the Job Training selama 2 hari dan pendampingan kemandirian selama 1 bulan.
Sebelumnya diberitakan, Manager Program CSR Institut Kemandirian Rodiannauli Pane menyatakan pihaknya akan selalu siap untuk berkolaborasi dalam menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Kami minta tetap didampingi dan diawasi serta siap kolaborasi untuk kemandirian,” katanya.
Menurutnya, jumlah peserta pelatihan pengolahan pangan sebanyak 30 orang yang dibagi dalam dua kelas dengan masing-masing berjumlah 15 orang.
“Selain itu, proses pelaksanaan pelatihan pengolahan pangan juga akan dibagi dua agar tetap bisa mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.***




