INSTITUTKEMANDIRIAN.ORG – Institut Kemandirian Dompet Dhuafa berkolaborasi dengan PT Danareksa Persero menggelar pelatihan pengolahan pangan di Bandung mulai Kamis 13 Januari 2022 lalu.
Pelatihan pengolahan pangan itu dibuka langsung oleh Rahmawati Mulya sebagai Camat Antapani, Kota Bandung di Gedung IPHI Antapani, Bandung, Jawa Barat.
Selain itu, kegiatan pembukaan pelatihan pengolahan pangan juga turut dihadiri oleh pimpinan Danareksa, Putu Dwika Angganingrum dan GM Program Institut Kemandirian Dompet Dhuafa Sri Apriyanti.

Tak hanya itu, beberapa stakeholder juga hadir seperti Kapolsek Antapani Kompol Asep Muslihat, Lurah Antapani Karna Suherman dan Ketua RW setempat.
Camat Antapani Rahmawati Mulya merespon positif kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan yang diselenggarakan Institut Kemandirian Dompet Dhuafa bersama PT Danareksa Persero sejalan dengan program Kota Bandung.
Rahmawati mengungkapkan, pelatihan ini bisa mensupport program Kota Bandung untuk tetap bahagia dimasa pandemi, artinya imunitas bisa dibangun dengan indikator kebahagiaan yang dibangun.
“Dengan semakin banyak wanita yang kapasitasnya meningkat maka akan mendukung bagaimana kaum wanita tidak lagi bertumpu atau tergantung pada kepala keluarga,” katanya.

“Tetapi bisa membantu saling menguatkan untuk ekonomi keluarga dimasa pandemi,” ujarnya menambahkan.
Sementara itu, Pimpinan Danareksa Persero Putu Dwika Angganingrum mengatakan bahwa, pelatihan ini bisa menstimulan para wanita menjadi srikandi tangguh.
“Pelatihan kerjasama ini telah dilakukan untuk 2 kali, setelah sebelumnya sudah diadakan pelatihan di tahun 2021 dengan menghasilkan 20 orang yang mandiri,” katanya.
Ia berharap, pada tahun 2022 ini akan semakin banyak srikandi tangguh dan mandiri hasil dari pelatihan bersama Institut Kemandirian Dompet Dhuafa dan PT Danareksa Persero.
“Tahun 2022 harapannya bisa dibangun 80 persen, bisa meningkatkan kapasitas dan kemandirian,” ujarnya.
Manager Program CSR Institut Kemandirian Dompet Dhuafa Rodiannauli Pane mengatakan bahwa, pihaknya akan selalu siap untuk berkolaborasi dalam menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Kami minta tetap didampingi dan diawasi serta siap kolaborasi untuk kemandirian,” katanya.
Ia juga mengatakan, jumlah peserta pelatihan pengolahan pangan sebanyak 30 orang yang dibagi dalam dua kelas dengan masing-masing berjumlah 15 orang.
“Selain itu, proses pelaksanaan pelatihan pengolahan pangan juga akan dibagi dua agar tetap bisa mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.***




