Bagi Supria, keterampilan menjadi barber bukan sekadar kemampuan memotong rambut. Keterampilan tersebut menjadi jalan untuk membangun kembali karier dan menyiapkan masa depan keluarganya.
Supria merupakan alumni pelatihan barber Institut Kemandirian (IK) melalui Program Paradaya Movement 2.0. Setelah mengikuti pelatihan, ia kini bekerja sebagai barber di Barco Barbershop, Jatibening Baru, Bekasi.
Mencari Jalan di Tengah Tanggung Jawab Keluarga
Sebelum mengikuti pelatihan barber, Supria sempat bekerja sebagai sales dan mencoba beberapa usaha di kampung, termasuk beternak ayam dan jual beli hasil bumi. Namun, penghasilannya belum stabil.
Di sisi lain, ia sudah berkeluarga dan memiliki dua anak. Mendekati usia 30 tahun, Supria mulai mencari peluang yang dapat membantunya memiliki keterampilan sekaligus pekerjaan yang lebih berkelanjutan.
Kesempatan itu datang ketika ia melihat informasi pelatihan barber Institut Kemandirian melalui Instagram. Berbekal pengalaman sederhana memotong rambut teman sejak sekolah, ia kemudian mendaftar dan diterima.
Saat Istri Melahirkan, Supria Masih Mengikuti Pelatihan Barber

Perjalanan mengikuti pelatihan tidak selalu mudah. Saat Supria menjalani pelatihan di IK, istrinya melahirkan anak kedua.
“Saat istri lahiran, saya sedang pelatihan di IK. Jadi memang tidak ada di situ,” kenangnya.
Momen tersebut menjadi salah satu pengalaman yang tidak mudah bagi Supria. Namun, ia tetap menyelesaikan pelatihan karena melihat keterampilan barber sebagai bekal penting untuk mendapatkan pekerjaan.
Pelatihan Barber Institut Kemandirian Membuka Kesempatan
Melalui Program Paradaya Movement 2.0, Supria tidak hanya belajar teknik memotong rambut. Ia juga mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan usaha, keuangan, serta pengembangan pola pikir.
Menurutnya, pembelajaran tersebut menjadi nilai penting dari pelatihan di IK.
“Di IK itu enggak cuma kita diajarin cara memotong. Kita juga dibekali untuk terus berkembang,” ujarnya.
Pelatihan yang diberikan tanpa biaya juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan keterampilan tanpa harus mengeluarkan biaya kursus secara mandiri.
Dari Pelatihan hingga Mendapat Tiga Tawaran Kerja

Setelah menyelesaikan pelatihan, Supria sempat mendapat kesempatan bergabung dengan Kolega. Namun, ia memilih pulang terlebih dahulu untuk mendampingi istrinya setelah melahirkan.
Beberapa waktu kemudian, ia mendapat tiga tawaran pekerjaan di Tangerang, Jakarta Timur, dan Bekasi. Supria akhirnya memilih Barco Barbershop di Jatibening Baru, Bekasi.
Kini, ia fokus mengembangkan kemampuannya sebagai barber. Dalam satu hari, ia pernah melayani sekitar 21 pelanggan.
Bekerja di Bekasi, Menyiapkan Usaha Sendiri
Saat ini Supria tinggal di tempat tinggal yang disediakan dekat lokasi kerja, sementara istri dan kedua anaknya berada di Tasikmalaya. Jarak membuat mereka harus menjalani kehidupan jarak jauh dan bertemu ketika ada kesempatan.
Namun, kondisi tersebut justru semakin menguatkan rencananya. Supria ingin mengumpulkan modal untuk membuka barbershop sendiri di dekat rumah.
“Kalau sudah punya usaha sendiri, saya ingin bisa dekat dengan keluarga,” katanya.
Ia juga berharap usaha tersebut nantinya dapat berkembang dan membuka kesempatan kerja bagi orang lain.
Supria: Jangan Hanya Mengandalkan Ijazah

Bagi Supria, pendidikan tetap penting. Namun, keterampilan juga perlu diasah sejak dini agar seseorang memiliki bekal untuk menghadapi dunia kerja.
“Jangan hanya mengandalkan ijazah. Asah keterampilan dari sekarang,” pesannya.
Hingga kini, Supria masih berusaha mengembangkan kemampuannya dengan mengikuti seminar dan pelatihan barber secara daring.
Baginya, pelatihan barber Institut Kemandirian melalui Paradaya Movement 2.0 bukan hanya tentang belajar memotong rambut. Dari pelatihan tersebut, ia menemukan keterampilan, kesempatan kerja, dan jalan untuk menyiapkan kemandirian keluarganya.
“Dari sini ketemu jalan rezeki saya,” ungkap Supria.
