Bagi Irfa, ketertarikan pada motor yang awalnya hanya sebatas hobi kini berkembang menjadi keterampilan dan pekerjaan. Pemuda asal Cianjur ini sebelumnya tidak memiliki basic otomotif. Namun, kesempatan mengikuti pelatihan servis motor melalui Paradaya Movement 2.0 di Institut Kemandirian pada 2025 membawanya selangkah lebih dekat dengan dunia mekanik.
Kini, Irfa bekerja sebagai mekanik di Planet Ban, Depok. Di tengah kesibukannya bekerja, ia juga tetap menjalani perkuliahan secara online. Sambil membangun pengalaman, Irfa menyimpan satu cita-cita: memiliki bengkel sendiri di Cianjur.
Berawal dari Hobi Motor, Belajar dari Nol
Irfa tumbuh dalam keluarga sederhana di Cianjur. Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Ayahnya bekerja sebagai karyawan swasta, sementara ibunya adalah ibu rumah tangga.
Setelah lulus SMA, Irfa belum memiliki latar belakang khusus di bidang otomotif. Ketertarikannya terhadap motor sebelumnya lebih banyak berasal dari hobi memodifikasi motor.
“Saya awalnya suka motor saja, modifikasi-modifikasi motor,” cerita Irfa.
Keinginan untuk memiliki keterampilan yang bisa menjadi bekal bekerja kemudian membawanya mengenal Institut Kemandirian. Informasi mengenai pelatihan ia dapatkan dari saudaranya melalui Instagram.
Irfa pun mencoba mendaftar pelatihan servis motor dalam program Paradaya Movement 2.0. Dari sinilah perjalanan barunya dimulai.
Alumni Pelatihan Servis Motor yang Berani Memulai dari Nol

Melalui Paradaya Movement 2.0, Irfa mengikuti pelatihan servis motor di Cianjur. Selama sekitar 20 hari, ia mempelajari berbagai dasar servis motor dan mendapatkan kesempatan untuk praktik secara langsung.
Bagi Irfa yang sebelumnya tidak memahami komponen maupun teknik perbaikan motor, pengalaman tersebut menjadi proses belajar yang penting.
“Sebelumnya saya tidak mengetahui tentang komponen-komponen motor dan servis motor sampai praktik langsung,” ujarnya.
Setelah pelatihan, proses pembelajaran berlanjut melalui magang di bengkel. Bekal keterampilan yang diperoleh selama pelatihan kemudian ia coba terapkan dalam pengalaman kerja.
Bagi Irfa, pelatihan bukan hanya tentang mempelajari keterampilan teknis. Kesempatan tersebut juga menjadi jalan untuk mendapatkan pengalaman dan mengenal dunia kerja secara lebih dekat.
Dari Pelatihan Paradaya Movement 2.0 hingga Menjadi Mekanik Planet Ban

Selesai menjalani pelatihan dan magang, Irfa mendapatkan kesempatan mengikuti proses wawancara dengan Planet Ban.
Alhamdulillah, ia dinyatakan diterima dan mulai bekerja sebagai mekanik di salah satu toko Planet Ban di Depok. Di tempatnya bekerja, terdapat beberapa mekanik karena toko tersebut cukup ramai.
Perjalanan itu menjadi pengalaman penting bagi alumni pelatihan servis motor seperti Irfa. Keterampilan yang dipelajari dari awal kemudian menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja.
Kini, Irfa mengaku menikmati pekerjaannya. Ketertarikannya terhadap motor yang sudah tumbuh sejak dulu membuat profesi sebagai mekanik terasa semakin dekat dengan passion-nya.
“Saya merasa ini passion saya karena memang hobi juga sebenarnya,” ungkapnya.
Tetap Kuliah di Tengah Kesibukan Bekerja
Menjadi mekanik tidak membuat Irfa berhenti belajar. Ia justru tetap melanjutkan pendidikan di Universitas Terbuka.
Saat ini, Irfa sudah memasuki semester 7. Sistem perkuliahan yang fleksibel membantunya membagi waktu antara pekerjaan dan pendidikan.
Baginya, bekerja dan kuliah bisa berjalan beriringan selama mampu mengatur waktu. Setelah menyelesaikan pekerjaan, ia tetap dapat mengikuti perkuliahan secara online.
Keputusan untuk terus kuliah juga menjadi bagian dari keinginannya untuk terus berkembang. Bagi Irfa, mendapatkan pekerjaan bukan alasan untuk berhenti belajar.
Menabung untuk Membangun Bengkel di Cianjur

Setelah memiliki pengalaman sebagai mekanik, Irfa mulai memikirkan langkah berikutnya.
Ia ingin membuka bengkel sendiri di Cianjur. Targetnya sekitar tiga tahun. Karena itu, selain menambah pengalaman kerja, Irfa juga mulai menyiapkan modal dari penghasilannya.
Cita-citanya tidak berhenti pada memiliki usaha untuk diri sendiri. Ia berharap bengkel tersebut nantinya dapat membuka kesempatan kerja bagi orang lain.
“Saya cita-cita ke depan mau buka bengkel sendiri,” kata Irfa.
Dari seorang pemuda yang awalnya tidak memiliki basic otomotif, kini Irfa telah memiliki keterampilan, pengalaman kerja, dan rencana untuk membangun usaha sendiri.
Terus Belajar dan Tidak Takut Memulai

Perjalanan Irfa sebagai alumni pelatihan servis motor menunjukkan bahwa memulai dari nol dapat menjadi bagian dari proses menuju kemandirian.
Melalui Paradaya Movement 2.0, Irfa mendapatkan kesempatan untuk mempelajari keterampilan baru. Setelah itu, ia terus mengasah kemampuan melalui pengalaman kerja, sambil tetap melanjutkan pendidikan dan mempersiapkan rencana usaha.
Pesannya sederhana untuk siapa pun yang sedang mencari jalan menuju dunia kerja.
“Tidak apa-apa mulai dari nol. Yang penting kita mau belajar, berusaha, dan tidak mudah menyerah.”
Bagi Irfa, proses menuju mandiri bukan sesuatu yang selesai dalam satu langkah. Ada keterampilan yang perlu dipelajari, pengalaman yang perlu dijalani, serta keberanian untuk terus mencoba.
Dari pelatihan melalui Paradaya Movement 2.0, menuju pekerjaan sebagai mekanik Planet Ban. Dari pekerjaan, menuju cita-cita membangun bengkel. Perjalanan itu kini sedang dijalani Irfa, satu langkah demi satu langkah.
