Oleh: M. Iqbal Adriansyah – Manager Business Development Institut Kemandirian
Pada 2023, ketika pertama kali terlibat dalam pengelolaan unit bisnis di Institut Kemandirian, saya mengira tantangan terbesar hanya mencari pelanggan dan meningkatkan omzet.
Ternyata saya keliru.
Mendapatkan pelanggan memang penting. Namun, hal tersebut baru menjadi awal dari perjalanan sebuah bisnis. Setelah pelanggan datang, pengelola usaha masih harus memastikan banyak hal berjalan dengan baik.
Mulai dari orang yang mengerjakan pekerjaan, ketersediaan barang, kualitas layanan, biaya operasional, pencatatan keuangan, hingga kecukupan arus kas untuk menjaga usaha tetap berjalan.
Dari pengalaman mengelola dan mendampingi beberapa unit usaha, terutama bisnis jasa seperti bengkel dan layanan AC, saya semakin memahami satu hal. Mengelola bisnis ternyata lebih banyak berurusan dengan hal-hal yang tidak terlihat oleh pelanggan. Artikel – Bisnis Jasa Tidak Ses…
Apa Sebenarnya Pekerjaan Pengelola Usaha?
Salah satu pekerjaan yang cukup banyak menyita perhatian saya adalah membangun sistem di belakang sebuah unit usaha.
Contohnya, ketika mengelola bengkel, kita tidak bisa hanya meminta mekanik bekerja lebih cepat. Kita perlu memahami kapasitas realistis seorang mekanik dalam satu bulan.
Kita juga perlu menghitung jumlah mekanik yang dibutuhkan ketika pelanggan meningkat. Selain itu, pembagian pekerjaan antara mekanik senior dan junior harus jelas.
Pengelola usaha juga perlu memastikan ketersediaan spare part serta menghitung biaya operasional bengkel setiap bulan.
Karena itu, pekerjaan sehari-hari tidak hanya berkaitan dengan pelayanan pelanggan. SOP, pembagian tugas, sistem evaluasi, inventory, dan pencatatan transaksi juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan usaha.
Dari pengalaman tersebut, saya belajar bahwa bisnis yang terlihat sederhana di depan pelanggan bisa memiliki sistem yang sangat kompleks di belakangnya. Artikel – Bisnis Jasa Tidak Ses…
Omzet Tidak Sama dengan Keuntungan

Hal lain yang mengubah cara pandang saya adalah soal omzet.
Pada awalnya, angka omzet memang mudah membuat kita merasa bahwa bisnis sedang berjalan dengan baik. Namun, setelah melihat laporan keuangan dan biaya operasional secara lebih dekat, saya memahami bahwa omzet tidak sama dengan keuntungan.
Bengkel bisa terlihat ramai, tetapi kondisi tersebut belum tentu menghasilkan laba yang sehat.
Pengelola usaha harus menghitung berbagai biaya. Ada biaya sewa, gaji, spare part, listrik, penyusutan aset, insentif, inventory yang tertahan, serta berbagai biaya kecil lainnya.
Jika kita mengumpulkan seluruh biaya tersebut, nilainya bisa menjadi cukup besar.
Karena itu, saya mulai lebih banyak memperhatikan unit economics. Saya perlu mengetahui berapa pelanggan yang sebenarnya dibutuhkan, berapa keuntungan dari setiap jenis layanan, berapa kapasitas produksi yang tersedia, dan pada volume berapa usaha mulai mencapai titik impas.
Bagi saya, hal ini menjadi salah satu pelajaran penting dalam mengelola bisnis. Kondisi tersebut sering kali tidak terlihat dari media sosial atau cerita sukses para pengusaha. Artikel – Bisnis Jasa Tidak Ses…
Mengelola Manusia Lebih Sulit daripada Mengelola Angka
Kemudian saya menemukan pelajaran lain. Mengelola manusia sering kali lebih rumit daripada mengelola angka.
Dalam bisnis jasa, pelanggan pada akhirnya berinteraksi dengan manusia. Karena itu, kualitas pekerjaan, cara berkomunikasi, kedisiplinan, kecepatan, dan rasa tanggung jawab sangat menentukan keputusan pelanggan untuk kembali.
Maka, membangun bisnis juga berarti membangun orang-orang yang menjalankannya.
Saya perlu memikirkan struktur SDM, kompetensi setiap orang, target kerja, insentif, dan evaluasi. Saya juga perlu menentukan kapan seseorang sudah cukup siap untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar.
Pada titik ini, saya melihat pekerjaan saya di Institut Kemandirian tidak hanya berkaitan dengan bisnis.
Ada bagian besar dari pekerjaan ini yang sebenarnya merupakan proses pemberdayaan. Saya membantu seseorang yang awalnya hanya menjalankan pekerjaan teknis untuk perlahan memahami cara menjalankan sebuah unit usaha.
Dengan begitu, pengembangan bisnis berjalan bersamaan dengan pengembangan manusia. Artikel – Bisnis Jasa Tidak Ses…
Kapan Bisnis Harus Bisa Berjalan Sendiri?

Mungkin bagian yang paling menarik bagi saya adalah memikirkan bagaimana sebuah usaha akhirnya bisa berjalan tanpa kita.
Dalam program inkubasi, tujuan akhirnya bukan membuat sebuah unit usaha terus bergantung pada lembaga yang membinanya. Sebaliknya, kita ingin membawa unit tersebut sampai pada titik ketika usaha mampu berdiri sendiri.
Karena itu, proses keluar dari inkubasi membutuhkan persiapan yang matang.
Kami perlu melihat kesiapan pengelola, kondisi keuangan, sistem operasional, SDM, aset, serta kebutuhan pendampingan setelah lembaga menghentikan dukungannya.
Dari proses tersebut, saya belajar bahwa membangun bisnis bukan hanya tentang bagaimana memulainya. Kita juga harus memikirkan bagaimana bisnis tetap berjalan ketika orang yang selama ini mendampingi sudah tidak lagi berada di sana.
Bagi saya, keberhasilan pendampingan mulai terlihat ketika ketergantungan terhadap pendamping semakin kecil. Artikel – Bisnis Jasa Tidak Ses…
Refleksi untuk Anak Muda

Setelah menjalani berbagai proses tersebut, saya melihat entrepreneurship dengan cara yang sedikit berbeda.
Saya tidak lagi melihat bisnis hanya sebagai ide yang menarik, modal, atau keberanian untuk memulai.
Ada pekerjaan yang jauh lebih sunyi setelahnya. Kita harus menghitung angka, mengatur orang, memperbaiki proses, menghadapi masalah yang sama berulang kali, dan menerima kenyataan bahwa keputusan yang terlihat benar pada awalnya ternyata perlu diperbaiki.
Mungkin itu pula yang ingin saya bagikan kepada anak muda yang sedang berpikir untuk memulai usaha.
Jangan hanya bertanya:
“Bisnis apa yang sedang bagus?”
Coba juga bertanya:
“Masalah apa yang bisa saya selesaikan?”
Kemudian lanjutkan dengan pertanyaan lain:
“Siapa yang akan menjalankannya?”
“Berapa biaya untuk membuatnya tetap hidup?”
“Apakah bisnis ini bisa tetap berjalan ketika saya tidak ada?”
Pertanyaan-pertanyaan tersebut membantu kita melihat bisnis secara lebih utuh.
Pada akhirnya, membangun bisnis bukan hanya tentang menciptakan sesuatu yang bisa menghasilkan uang. Membangun bisnis juga berarti menciptakan sesuatu yang cukup kuat untuk bertahan.
