Bang Jek, Alumni Pelatihan Mengemudi yang Merintis Jekroni Trans

5 Min Read
Bang Jek, Alumni Pelatihan Mengemudi yang Rintis Jekroni Trans
Bang Jek, Alumni Pelatihan Mengemudi yang Rintis Jekroni Trans

Keterampilan dapat menjadi awal perjalanan menuju kemandirian. Hal ini dirasakan oleh Jekronius Lumbanggaul atau Bang Jek, alumni pelatihan mengemudi Institut Kemandirian (IK) tahun 2017.

Sebelum merintis Jekroni Trans, Bang Jek merupakan perantau dari Tapanuli Tengah, Sibolga. Ia datang ke Tangerang untuk mengadu nasib dan sempat bekerja sebagai sekuriti di kawasan Karawaci.

Kesempatan baru datang melalui informasi pelatihan Institut Kemandirian di grup WhatsApp lingkungan masjid. Ia tertarik mengikuti pelatihan mengemudi selama 14 hari.

Dari Sekuriti Menjadi Pengemudi Profesional

Bang Jek memilih pelatihan mengemudi karena melihat keterampilan tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan. Baginya, kemampuan mengemudi bukan hanya bekal mencari pekerjaan, tetapi juga modal untuk membangun usaha.

Setelah melalui proses wawancara, ia diterima sebagai peserta. Selama 14 hari, ia mempelajari dasar-dasar mengemudi di Institut Kemandirian .

Setelah lulus, Bang Jek mulai menerapkan keterampilannya di dunia kerja. Ia kemudian bekerja sebagai pengemudi Taksi Ekspres.

Pekerjaan tersebut memberinya kesempatan untuk mengenal jalan dan medan perjalanan di Jakarta. Pengalamannya semakin berkembang ketika ia menangani layanan transportasi menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Bagi Bang Jek, pelatihan merupakan bekal awal. Sementara itu, pengalaman di lapangan menjadi kesempatan untuk terus meningkatkan kemampuan.

“Dari dasar kita tidak mengetahui teknik. Walaupun nanti di perjalanan, itulah yang harus kita kembangkan lagi skill-nya,” ujar Bang Jek.

Perjalanan tersebut mengajarkan bahwa proses belajar tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Keterampilan perlu terus dipraktikkan agar berkembang menjadi pengalaman dan peluang baru.

Merintis Jekroni Trans dan Mengembangkan Usaha Transportasi

Alumni Pelatihan Mengemudi Institut Kemandirian
Bang Jek, Alumni Pelatihan Mengemudi Institut Kemandirian

Setelah memiliki pengalaman sebagai pengemudi, Bang Jek mulai membangun pekerjaan secara mandiri. Saat ini, ia memanfaatkan aplikasi transportasi seperti GoCar, Grab, dan Maxim.

Namun, ia tidak ingin hanya bergantung pada platform tersebut. Bang Jek mulai menawarkan layanan antar-jemput secara langsung dengan nama Jekroni Trans.

Ia membuat kartu nama sendiri untuk memperkenalkan layanan kepada calon pelanggan. Jekroni Trans melayani perjalanan dalam kota maupun luar kota, termasuk perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Kini, Suzuki XL7 menjadi salah satu kendaraan yang digunakan untuk menunjang pekerjaannya. Kendaraan tersebut juga mendukung pengembangan layanan transportasi yang sedang ia rintis.

Selain pemasaran langsung, Bang Jek memanfaatkan media sosial. Ia membuat akun TikTok untuk memperkenalkan Jekroni Trans kepada masyarakat.

Kontennya tidak hanya berisi promosi layanan antar-jemput. Ia juga membagikan tips perawatan kendaraan sebagai informasi bagi audiens.

Melalui cara tersebut, Bang Jek berupaya membangun kehadiran Jekroni Trans di media sosial. Ia juga ingin memperluas jaringan dan menjangkau calon pelanggan.

Ke depan, Bang Jek memiliki cita-cita membangun perusahaan vendor transportasi di Bandara Soekarno-Hatta. Ia membayangkan usaha dengan beberapa unit kendaraan yang dapat melibatkan pengemudi lain.

“Kalau ada investor yang mau menanamkan modal atau menitipkan mobil, nanti akan saya kelola dengan link yang saya miliki saat ini,” tuturnya.

Cita-cita tersebut menunjukkan bahwa kemandirian bagi Bang Jek bukan hanya tentang memiliki pekerjaan sendiri. Ia juga ingin membangun usaha yang dapat membuka peluang bagi orang lain.

Pelajaran dari Institut Kemandirian : Jangan Takut Memulai dari Nol

Alumni Pelatihan Mengemudi Institut Kemandirian
Alumni Pelatihan Mengemudi Institut Kemandirian

Bagi Bang Jek, manfaat pelatihan tidak berhenti setelah 14 hari pembelajaran. Keterampilan yang diperoleh menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja dan mengembangkan usaha.

Selain keterampilan teknis, ia juga mengingat pembekalan mental selama berada di Institut Kemandirian . Kegiatan motivasi, pembelajaran agama, kultum, hingga membaca Al-Qur’an menjadi pengalaman yang masih ia ingat.

Menurutnya, lingkungan pelatihan turut membangun keberanian, kedisiplinan, dan kesiapan menghadapi kehidupan setelah pelatihan.

Kisah alumni pelatihan mengemudi ini menunjukkan bahwa keterampilan dapat menjadi titik awal menuju kemandirian. Namun, kemauan untuk terus belajar juga berperan penting dalam mengembangkan kemampuan.

Bang Jek berpesan kepada anak muda yang sedang mencari jalan menuju kemandirian agar tidak malu belajar dan memulai dari bawah.

“Orang-orang yang sukses yang ada di luar sana, mereka itu selalu mengawali dari nol, dari dasar,” pesannya.

Perjalanan dari Tapanuli Tengah ke Tangerang, dari sekuriti menjadi pengemudi, hingga merintis Jekroni Trans menjadi bukti bahwa peluang dapat tumbuh dari keberanian mencoba hal baru.

Kini, Bang Jek sedang membangun usahanya dengan cita-cita memiliki lebih banyak kendaraan, memperluas jaringan transportasi, dan membuka peluang kerja bagi orang lain.

Grow With Us bersama Institut Kemandirian . Karena satu keterampilan bisa menjadi awal dari perjalanan yang lebih besar.

Penulis: Siti Halimatussadiah
Editor: Kikis Charisma
Communications Officer
Follow:
Siti Halimatussadiah merupakan bagian dari IKDD yang berfokus pada komunikasi, publikasi, dan pengembangan jejaring dengan media, serta komunitas. Ia aktif dalam produksi konten, peliputan dan dokumentasi kegiatan, serta pengelolaan kanal komunikasi digital lembaga. Dengan kemampuan komunikasi dan public speaking, Siti turut mendukung berbagai kegiatan kelembagaan sebagai Master of Ceremony (MC).