Lhokseumawe, Aceh — Dompet Dhuafa melalui Institut Kemandirian menghadirkan program pemberdayaan bagi masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, Sekolah Tukang Ahli (STUKA) menyasar 9 pengungsi Rohingya di Lhokseumawe, Aceh.
Program ini menjadi bentuk komitmen Dompet Dhuafa melalui tim advokasi. Dompet Dhuafa memberikan dukungan melalui pendekatan pemberdayaan berbasis keterampilan.
Program ini tidak hanya menghadirkan dukungan langsung. Peserta juga memperoleh keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal dalam kehidupan mereka.
STUKA merupakan program pelatihan pertukangan dari Institut Kemandirian Dompet Dhuafa. Program ini mengajarkan keterampilan pertukangan dan konstruksi. Peserta juga mengikuti praktik langsung di lapangan.
Belajar Keterampilan melalui Praktik Langsung

Institut Kemandirian menjalankan pelatihan STUKA selama satu bulan. Peserta mempelajari berbagai keterampilan pertukangan selama mengikuti program.
Mereka juga mengikuti praktik pembangunan secara langsung. Salah satu praktik tersebut berupa pembangunan musala.
Melalui praktik ini, peserta dapat menerapkan keterampilan yang mereka pelajari. Mereka juga menghasilkan bangunan yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Praktik menjadi bagian penting dalam program STUKA. Institut Kemandirian mengembangkan pelatihan dengan pendekatan yang sesuai kebutuhan lapangan.
Program STUKA juga mendorong peserta untuk menghasilkan karya nyata. Konsep tersebut membuat proses belajar sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Mendorong Pemberdayaan dan Kemandirian

STUKA tidak hanya mengajarkan kemampuan teknis. Program ini juga membawa semangat pemberdayaan dan kemandirian.
Peserta mendapat kesempatan untuk belajar dan mempraktikkan keterampilan mereka. Mereka juga ikut berkontribusi dalam proses pembangunan.
Pendekatan tersebut membuat peserta tidak hanya menerima manfaat program. Mereka juga mengambil peran dalam menghasilkan karya yang bermanfaat.
STUKA hadir untuk meningkatkan keterampilan sekaligus menjawab kebutuhan di lapangan. Program ini menempatkan keterampilan praktis sebagai salah satu bagian dari proses pemberdayaan.
Bagi 9 pengungsi Rohingya di Lhokseumawe, program ini menjadi salah satu bentuk dukungan Dompet Dhuafa. Harapannya, keterampilan yang mereka peroleh dapat menjadi bekal yang bermanfaat.
Kolaborasi untuk Hadirkan Dampak Nyata

Dompet Dhuafa dan Institut Kemandirian terus mendorong pemberdayaan melalui peningkatan kapasitas masyarakat. STUKA menjadi salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut.
Melalui pelatihan selama satu bulan, peserta mendapatkan pengalaman belajar sekaligus praktik. Mereka juga membangun musala sebagai bagian dari praktik pelatihan.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa keterampilan dapat menjadi bagian dari proses pemberdayaan. Peserta dapat belajar, berkarya, dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
Institut Kemandirian terus menghadirkan pelatihan vokasi dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan lapangan. STUKA menjadi salah satu program yang menggabungkan pembelajaran dan praktik secara langsung.
Dari keterampilan, tumbuh keberdayaan. Dari keberdayaan, hadir kesempatan untuk membangun masa depan yang lebih mandiri.
