Puluhan Peserta Pelatihan Keterampilan Angkatan 2 Institut Kemandirian Diwisuda

Direktur Institut Kemandirian Abdurrahman Usman menyerahkan sertifikat pelatihan kepada perwakilan peserta

INSTITUTKEMANDIRIAN.ORG – Puluhan peserta pelatihan keterampilan angkatan 2 Institut Kemandirian diwisuda pada Rabu 9 Februari 2022.

Prosesi wisuda peserta pelatihan keterampilan angkatan 2 Institut Kemandirian dilaksanakan di Pondok Pesantren Fathussalam, Bumi Maringi Peni, Desa Tawang Sari, Pujon, Malang.

Hadir pada kegiatan wisuda itu Direktur Institut Kemandirian Abdurrahman Usman, Pimpinan Dompet Dhuafa Jawa Timur Kholid Abdillah, Kepala Desa Tawang Sari Miftahul Anwar, Kepala Ponpes Fathussalam Ustad Hamdan dan Fatayat NU.

Direktur Institut Kemandirian Abdurrahman Usman (kiri), Pimpinan Dompet Dhuafa Jawa Timur Kholid Abdillah (tengah), Kepala Desa Tawang Sari Miftahul Anwar berfoto bersama peserta

Direktur Institut Kemandirian Abdurrahman Usman mengatakan, terdapat 30 peserta yang diwisuda pada pelatihan keterampilan angkatan 2.

Mereka terbagi dari 20 peserta menjahit, enam peserta otomotif sepeda motor dan empat peserta pangkas rambut.

“Jadi Institut Kemandirian dalam hal ini meskipun pandemi, kita tidak boleh berhenti memberikan kontribusi kemanfaatan untuk masyarakat, salah satunya dengan pelatihan-pelatihan,” katanya saat memberikan sambutan.

Prosesi potong tumpeng peserta pelatihan keterampilan angkatan 2

Menurutnya, setelah mengikuti pelatihan keterampilan sejak 20 Oktober 2021-19 Januari 2022. Peserta sudah mampu mengaplikasikan materi yang diberikan.

Bahkan, seragam yang digunakan peserta merupakan hasil dari karyanya. Selain itu, ada pula peserta pangkas rambut yang sudah membuka usaha sendiri.

“Pangkas rambut bahkan sudah ada yang buka langsung usahanya. Dan inilah memang yang diharapkan oleh kita,” ucapnya.

Ia berharap, para peserta bisa memanfaatkan ilmu yang didapatkan dari pelatihan Institut Kemandirian. Pihaknya sendiri akan mengawal para peserta selama satu tahun ke depan.

“Kalau bisa, kalau udah punya ilmu jangan pelit-pelit untuk berbagi ilmu, yang kedua kami berharap para peserta bisa terserap kerja atau membuka usaha sendiri,” ujarnya.

Senada, Pimpinan Dompet Dhuafa Jawa Timur Kholid Abdillah mengatakan, para peserta harus memiliki mindset pengusaha dan sukses.

Sehingga, ilmu yang diajarkan akan bermanfaat dan bisa membesarkan lembaga Institut Kemandirian dan Dompet Dhuafa khususnya di Pujon, Malang.

“Harapan dari para muzaki itu ibu-ibu bukan hanya bisa menjahit, bukan hanya bisa pangkas rambut. Tapi bisa memberikan zakat dan bermanfaat bagi masyarakat yang lainnya,” katanya.

Menurutnya, para peserta harus berfikir tidak hanya sekedar bisa menjahit. Tapi, harus memiliki visi agar bisa sukses di bidang menjahit.

“Harapan dari kami, hari ini ibu-ibu menerima manfaat, di kemudian hari menebar manfaat, dan itu di mulai dengan berjiwa besar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tawang Sari Miftahul Anwar mengatakan,

Sangat mendukung program yang dilaksanakan Institut Kemandirian. Karena, masyarakat di desanya bisa mendapatkan ilmu dan skill yang bisa dimanfaatkan.

“Kami sangat mendukung program pelatihan ini, karena desa sendiri belum bisa menyelenggarakan kegiatan semacam ini,” katanya.

Ia mengatakan, jika para peserta serius ingin mengaplikasikan skill yang sudah dipelajari. Ia yakin bahwa semua yang diajarkan tidak akan sia-sia.

“Menjadi penjahit di sini prospeknya besar, karena di kecamatan Pujon tidak ada penjahit yang tidak laku,”ujarnya.***

Bagikan konten ini: