Peserta Usulkan Pelatihan Keterampilan Bidang Pertanian, Ini Alasannya

INSTITUTKEMANDIRIAN.ORG – Institut Kemandirian menggelar evaluasi bersama peserta usai melaksanakan wisuda angkatan 2 di Bumi Maringi Peni (BMP), Pujon, Kabupaten Malang.

Evaluasi terhadap kegiatan pelatihan keterampilan itu dipimpin langsung GM Program Institut Kemandirian Dompet Dhuafa Sri Apriyanti pada Jumat 11 Februari 2022.

Dalam sebuah pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat, termasuk di dalamnya adalah Program Pendidikan Vokasi, tahap monitoring dan evaluasi merupakan tahapan penting yang perlu dilaksanakan.

Monitoring dilaksanakan di tengah pelaksanaan program sedangkan evaluasi program dilaksanakan di akhir kegiatan dengan tujuan menilai sejauh mana output program dibandingkan dengan perencanaan, apakah output tersebut tercapai atau tidak.

Evaluasi program juga dimaksudkan untuk mengumpulkan data terkait kendala dan kekurangan selama pelatihan untuk kemudian disusun rencana tindak lanjut yang akan menjadi pedoman dan pertimbangan untuk perbaikan-perbaikan untuk program selanjutnya.

Dalam sesi evaluasi dengan para peserta, peserta mengapresiasi pelatihan keterampilan di BMP Pujon tersebut karena telah meningkatkan keterampilan mereka dari yang sebelumnya tidak memiliki keterampilan sama sekali menjadi memiliki keterampilan yang bisa menghasilkan secara ekonomi.

Meskipun, ada beberapa usulan yang juga disampaikan para peserta. “Silahkan bagi teman-teman yang ingin menyampaikan masukan untuk program ini,” kata Sri Apriyanti di tengah sesi evaluasi.

Ia menuturkan, semua masukan yang sifatnya untuk kebaikan boleh disampaikan, supaya Institut Kemandirian semakin baik lagi dalam melaksanakan pelatihan keterampilan.

“Apa saja, baik dari sisi pelatihan, instruktur, materi, apa saja yang ingin disampaikan akan kami tampung,” tuturnya.

“Kalau dari saya ingin mengusulkan pelatihan pengolahan pupuk, karena kan masyarakat Pujon mayoritas petani dan peternak,” kata Rudi mengusulkan.

Menurutnya, pelatihan keterampilan Institut Kemandirian yang sudah berjalan baru pelatihan menjahit, pangkas rambut dan otomotif sepeda motor.

Sementara, mayoritas masyarakat Pujon memiliki aktivitas di bidang pertanian dan peternakan. Sehingga, akan lebih baik lagi jika ditopang dengan adanya pelatihan.

“Ini tentu akan sangat berguna bagi masyarakat, karena apa yang diajarkan langsung bisa diterapkan di kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Rudi sendiri saat ini beraktivitas sebagai petani sayuran di Dusun Manting, Desa Tawangsari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.***

Bagikan konten ini: