Senin, 22 Maret 2021, menjadi Hari Air Sedunia yang ke-29. Peringatan Hari Air Sedunia merupakan salah satu peringatan untuk masyarakat agar lebih bijak untuk mengelola dan menggunakan sumber air. Peringatan Hari Air Sedunia sendiri ini dimulai pada tahun 1993, yang disepakati pada siding umum PBB ke-47 di Rio De Janeiro, Brazil.
PBB bersama seluruh anggotanya masif mensosialisasikan tentang Hari Air Sedunia melalui kegitan nyata. Karena air merupakan sumber daya alam yang utama dan juga sangat penting bagi mahluk hidup.
Setiap kita sebagai mahluk hidup membutuhkan air bersih untuk dikonsumsi dan juga kebutuhan sehari-hari. Dalam tubuh manusia 80 persen didalamnya merupakan air.
Bisa dibayangkan bukan jika di bumi ini kekurangan air bersih maka dapat dipastikan bahwa semua makhluk hidup dapat mengalami kematian.Pasalnya PBB mempunyai tujuan agar masyarakat di dunia memberi dukungan dalam konservasi air dengan cara menggurangi penggunaan air yang berlebih menggunakan air dengan secukupnya.
Berkaitan dengan tahun 2021 ini, Tema Hari Air Sedunia pada 2021 adalah tentang “Menghargai Air” nilai sebenarnya, dan bagaimana kita dapat melindungi sumber daya vital ini dengan lebih baik. Lebih dari sekadar harganya, air memiliki nilai yang sangat besar dan kompleks bagi rumah tangga, budaya, kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan keutuhan lingkungan alam.
Jika mengabaikan salah satu dari nilai-nilai ini, maka akan berisiko terjadi kesalahan dalam mengelola sumber daya yang terbatas dan tak tergantikan ini. Berdasarkan data UN Water dari PBB, saat ini 1 dari 3 orang hidup tanpa bisa memenuhi pasokan air minum dengan aman. Diperkirakan, pada 2050, akan ada 5,7 miliar orang yang tinggal di daerah kekurangan air, sedikitnya selama satu bulan dalam setahun. Cuaca ekstrem telah menyebabkan lebih dari 90 persen bencana besar satu dekade terakhir. Diperkirakan pada 2040, permintaan energi global diproyeksikan meningkat lebih dari 25 persen dan permintaan air diperkirakan meningkat lebih dari 50 persen.
Jika kita membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celcius di atas tingkat pra-industri, maka dapat mengurangi tekanan kebutuhan air akibat iklim hingga 50 persen. Menjaga pasokan air bersih sangat penting. Hal ini juga untuk menjaga sanitasi yang memadai. Sanitasi yang buruk jadi awal berbagai penyakit, seperti diare dan stunting. Pasokan air dan sanitasi tahan iklim dapat menyelamatkan nyawa lebih dari 360.000 bayi setiap tahun. Sekitarl 4,2 miliar orang atau sekitar 55 persen dari populasi di dunia tidak memiliki manajemen dan layanan sanitasi yang baik. Ayo mulai dari sekarang kita dukung Hari Air Sedunia dengan menggunkan air secukupnya.





