Kisah Hans Vito, Alumni Institut Kemandirian, dari Iseng Menjadi Profesi

Kisah Hans Vito, Alumni Institut Kemandirian, dari Iseng Menjadi Profesi

IKDD – Hans Vito merupakan sosok salah seorang alumni Institut Kemandirian Dompet Dhuafa.

Hans merupakan alumni Institut Kemandirian Dompet Dhuafa tahun 2015 angkatan ketiga.

Saat ini Hans Vito sedang menjalani studinya di kampus Universitas Pamulang (Unpam) sambil berwirausaha di bidang servis handphone.

Hans bercerita, pada mulanya ia sama sekali tidak paham cara membenarkan handphone. Tapi, ia cukup tertarik dengan kemampuan tersebut.

Kemudian, setelah ia lulus dari bangku tingkat SLTA pada tahun 2015 lalu, ia mendapat kabar dari temannya bahwa Institut Kemandirian Dompet Dhuafa sedang membuka pelatihan.

Pada mulanya, Hans yang memang tertarik dengan dunia bongkar-pasang handphone hanya iseng untuk mengikuti pelatihan.

Akhirnya, ia mendaftar dan mengikuti pelatihan selama satu bulan di Islamic Center, Karawaci, Tangerang.

Selama sebulan lamanya ia tinggal di asrama dan mengikuti pelatihan. Alhasil, keinginan untuk lebih serius mendalami servis handphone tumbuh dengan sendirinya.

Hans kemudian, mengikuti magang selama tiga tahun di beberapa tempat. Pertama ia magang di Legok, Tangerang sekitar 6 bulan, kemudian sempat di Nikomas, dilanjutkan di Picung, Pandeglang dan di Summarecon, Tangerang selama 1 tahun.

“Setelah dari Summarecon ada rezeki lebih saya kuliah pada 2017 sembari tetap belajar di Roxy dan buka usaha sendiri,” kata Hans.

Usaha yang dibangunnya, ujar Hans, merupakan servis handphone dengan sistem COD atau ketemuan.

Hans mengaku sangat berterima kasih terhadap Institut Kemandirian Dompet Dhuafa. Karena, berkat pelatihan yang diberikan secara gratis, minatnya yang hanya sekedar iseng berubah menjadi profesi.

Hans mengaku, saat ini ia sangat tercukupi dari penghasilannya mengerjakan servis handphone. Bahkan, ia berniat membangun usahanya menjadi lebih besar usai kuliahnya rampung.

“Nanti setelah kuliah ini selesai, target tahun besok mau buka konter sembari nyari nama (brand),” ujarnya.

Hans juga memberi motivasi bagi para peserta Institut Kemandirian Dompet Dhuafa untuk menggunakan kesempatan tersebut sebaik-baiknya dan tidak mudah menyerah.

“Yang pasti jangan menyerah, kenapa orang bisa saya gak, pasti bisa,” ujarnya.***

Bagikan konten ini: