![]() |
| Etika Setiawati, GM Marketing Komunikasi Dompet Dhuafa menyampaikan sambutannya dalam acara temu media dan bloger #JanganTakutBerbagi di Institut Kemandirian (21/3/19) (dok. Nona Melinda) |
Yuk Kenalan dengan Institut Kemandirian Dompet Dhuafa!
Sebelum mengikuti kunjungan bersama Dompet Dhuafa, saya sempat bertanya-tanya apa sih Institut Kemandirian? Soalnya selama beberapa kali mengikuti kegiatan Dompet Dhuafa, saya belum pernah mendengar Institut Kemandirian sebelumnya. Saya hanya tahu bahwa Dompet Dhuafa itu penghimpun ZIS terpercaya yang memiliki program pemberdayaan pada petani, peternak dan wirausahawan. Sebatas itu saja. Institut Kemandirian? Wah, baru banget denger!
Namun sejak kegiatan kemarin, alhamdulillah saya akhirnya mendapatkan pencerahan. Saya baru tahu bahwa ternyata Dompet Dhuafa memiliki sebuah program berupa pelatihan keterampilan yang direalisasikan dalam bentuk Institut Kemandirian. Institut Kemandirian sendiri telah ada sejak 23 Mei 2005 namun berpusat di daerah Islamic Village, Karawaci, Tangerang sejak akhir 2010. Institut Kemandirian juga tersedia di Depok dan dilakukan secara mobile di daerah-daerah lainnya.
![]() |
| Institut Kemandirian Dompet Dhuafa Karawaci (dokpri) |
Untuk mencapai ke Institut Kemandirian Karawaci dari Jakarta mudah kok. Kita bisa menggunakan transportasi umum. Tinggal naik saja busway jurusan Bundaran Senayan-Poris Plawad dan turun di halte bus pengumpan Islamic Village. Tinggal jalan kaki selama beberapa menit maka kita sudah bisa tiba di sana. Sementara untuk arah pulang, aksesnya dapat ditempuh dengan cara naik busway di halte pengumpan Cyberpark Karawaci (bisa diakses dengan jalan kaki atau naik angkot).
Oh ya, ada yang menarik dari tempat ini. Ternyata Institut Kemandirian Dompet Dhuafa itu berdiri di atas tanah seluas 2000 meter yang merupakan wakaf dari Pak Amir Batubara. Pak Amir sendiri merupakan wakil presiden dari Citi Bank.
Sebagai seorang filantropis, Pak Amir ini suka banget dengan apapun yang berkaitan dengan berbagi. Pokoknya kalau ada rezeki sedikit, dia pengen berbagi terus deh! Selain hobi membantu anak yatim, beliau juga mewujudkan cita-citanya dalam menebar kebaikan dengan mendirikan Yayasan Wakayapa (Wakaf, Yatim dan Papa).
![]() |
| Yayasan Wakayapa, cikal bakal Institut Kemandirian di Karawaci (dokpri) |
Seiring berjalannya waktu, Yayasan Wakayapa tidak berjalan sendirian. Barulah pada akhir 2010 Wakayapa bersinergi dengan Dompet Dhuafa dengan mewakafkan tanahnya untuk Institut Kemandirian. Sepeninggalnya pada 2009, sang istri meneruskan cita-cita almarhum. Masyaallah.
Alhamdulillah, sejak 2005 sampai sekarang (dan tentu saja di masa-masa mendatang), Institut Kemandirian Dompet Dhuafa dapat terus beroperasi dengan lancar. Melalui Institut Kemandirian, masyarakat dari berbagai daerah di seluruh Indonesia dapat belajar dan mengasah keterampilannya sesuai minat yang mereka miliki, mulai dari pelatihan keterampilan otomotif, mengemudi, keterampilan memangkas rambut, keterampilan reparasi handphone, komputer dan bahkan hingga salon muslimah. Semua jenis pelatihan dilakukan selama 3 bulan, kecuali pelatihan tertentu seperti mengemudi (10 hari) dan memangkas rambut (1 bulan). Hingga kini Institut Kemandirian telah menelurkan 6877 orang alumni di seluruh Indonesia. Kalau kata orang Korea, daebak!
![]() |
| Seorang pria sedang mengikuti pelatihan keterampilan otomatif di Institut Kemandirian Dompet Dhuafa (dokpri) |
![]() |
| Salon muslimah, salah satu keterampilan yang dipelajari di Institut Kemandirian Dompet Dhuafa (dokpri) |
Biayanya? Alhamdulillah, semua pelatihan disediakan secara gratis oleh Dompet Dhuafa. Semua masyarakat dapat mengikutinya asalkan memenuhi syarat seperti yang tertera di website. Pak Nanang yang berasal dari Serang adalah salah satu orang yang merasakan manfaat dari uluran tangan para donatur melalui Institut Kemandirian.
Di balik kekurangannya sebagai seorang disabilitas, Pak Nanang mampu membuktikan bahwa ia sebenarnya ‘bisa’ sebagaimana orang normal pada umumnya. Setelah mengikuti pelatihan reparasi ponsel, ia kini mampu mandiri dan menghidupi dirinya sendiri dengan cara menjadi tukang servis keliling.
Selain Pak Nanang, ada pula Pak Dani. Sejak mengikuti pelatihan reparasi handphone pada Februari hingga April 2019 nanti, peraih medali emas pada Pekan Pralimpiade Daerah (Peparda) Jawa Barat 2018 ini telah memiliki ilmu yang nantinya akan berguna bagi kehidupannya. Luar biasa!
Jangan Takut Berbagi karena Tidak Ada Kebaikan yang Terlalu Kecil
![]() |
| Jangan takut berbagi karena enggak ada kebaikan yang terlalu kecil! (dokpri) |
Kini sudah bukan saatnya lagi kita beranggapan bahwa berbagi adalah suatu kewajiban. Ubahlah sudut pandang dan tanamkan pada diri sendiri bahwa berbagi adalah suatu kebutuhan. Dengan begitu saat kita berbagi, kita akan melakukannya secara mengalir tanpa merasa terbebani dengan rasa takut. Aku butuh, maka aku berbagi.
Sumber: valandstories.com











