Bermodal Semangat, Zaki Rintis Usaha Pangkas Rambut

Zaki saat memangkas rambut pelanggan di tempat usahanya yang sederhana

INSTITUTKEMANDIRIAN.ORG – Zaki, seorang anak muda berusia 21 tahun dengan modal semangat merintis usaha pangkas rambut yang diminatinya.

Zaki mulai membuka pangkas rambut di sebuah tempat sederhana yang berlokasi di Pasar Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Anak muda itu mengaku tidak merasa gengsi menjadi seorang pemangkas rambut, yang mungkin bagi sebagian remaja lain bukanlah bagian dari cita-cita yang ingin dicapai.

Zaki saat sedang menerima pelanggan

Zaki sendiri mengaku berani merintis pangkas rambut hanya bermodalkan semangat dan keterampilan pangkas rambut yang didapatkannya dari pelatihan Institut Kemandirian.

“Soalnya kan sekarang nyari kerja susah, kita di sini enaknya jg kan kerja gak disuruh orang. Walaupun mulainya kecil-kecilan begini,” kata Zaki saat ditemui di Pasar Pujon, Malang, Jawa Timur.

Zaki merupakan alumni pelatihan keterampilan Institut Kemandirian kelas pangkas rambut angkatan 1 gelombang 2.

Zaki saat proses memangkas rambut pelanggan

Zaki bercerita, awalnya ia mengambil magang di pangkas rambut Pasar Pujon. Kemudian, tak berselang lama ia mulai membuka pangkas rambut sendiri dengan dibantu pemilik tempatnya magang.

Meski belum mampu mandiri dalam membuka usaha pangkas rambut, dirinya sudah tidak lagi mengandalkan orang tua untuk mencukupi kebutuhan pribadinya.

“Masih belum bisa (mandiri), soalnya kalau pangkas modal sendiri lumayan dan alhamdulillah ini dibantu carikan tempat. Tapi, intinya gimana caranya di umur saya ini tidak minta lagi ke orang tua,” ucapnya.

Zaki sendiri mengaku sangat berterimakasih ke Institut Kemandirian. Karena, pria lulusan SMK itu bisa mengembangkan minatnya dan yakin untuk membuka usaha pangkas rambut.

“Awalnya autodidak, jadi mumpung kemarin ada pelatihan ada kesempatan saya ikut, Alhamdulillah terasa manfaatnya, kalau mental terbentuknya sewaktu magang,” tuturnya.

Zaki mengakui, menjadi seorang pangkas rambut bukanlah profesi yang banyak diidolakan anak muda di era sekarang. Apalagi bagi anak muda seusianya.

Namun, ia tetap semangat dan mengesampingkan gengsi tersebut dan mencoba berani memulai dengan serba sederhana.

“Pede gak pede, kan keinginan anak muda banyak, tapi kan yang namanya rezeki kita harus berusaha,” ujarnya.

Saat ini, ujar Zaki, belum banyak yang datang untuk mencukur rambut di tempatnya. Namun, ia yakin seiring berjalannya waktu, akan memiliki pelanggan.

“Yakin saja dan komitmen, soalnya di sini saja ada 12 tempat pangkas rambut. Tapi, saya yakin rezeki sudah diatur,” ujarnya.***

Bagikan konten ini: