Pelatihan Pangkas Rambut Institut Kemandirian, Jalan Ipan Menuju Mandiri

Penulis: Siti Halimatussadiah - Communications Officer
Ipan berlatih keterampilan pangkas rambut di Institut Kemandirian
Ipan melatih keterampilan pangkas rambut sebagai bagian dari proses belajar di Institut Kemandirian.

Sejak kecil, Ipan sudah memiliki ketertarikan pada dunia pangkas rambut. Namun, perjalanan untuk menguasai keterampilan tersebut tidak selalu mudah. Ia bahkan pernah gagal saat mencoba mengikuti pelatihan pangkas rambut sebelum akhirnya menemukan kesempatan baru melalui Institut Kemandirian.

Ridwan Maulana, yang akrab disapa Ipan, mengikuti pelatihan pangkas rambut Institut Kemandirian pada 2026. Kini, ia bekerja sebagai barber di Kolega, Kronjo, Tangerang. Ia juga terus mengumpulkan pengalaman dan modal untuk mewujudkan cita-citanya membuka usaha pangkas rambut sendiri.

Perjuangan Ibu Menguatkan Tekad Belajar Pangkas Rambut

Ipan tumbuh dalam keluarga sederhana. Ayahnya meninggal ketika Ipan masih kecil. Sejak saat itu, ibunya bekerja sebagai buruh pabrik untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Ipan tumbuh di Klaten, sedangkan ibunya bekerja dan tinggal di Cibinong. Melihat perjuangan sang ibu, Ipan ingin memiliki keterampilan yang bisa membantunya bekerja dan menjalani hidup dengan lebih mandiri.

Ketertarikan Ipan pada pangkas rambut juga sudah muncul sejak lama. Ia senang mencukur rambut dan ingin mempelajari teknik pangkas rambut secara lebih serius.

Pernah Gagal Mengikuti Pelatihan

Keinginan untuk belajar pangkas rambut pernah membawa Ipan mengikuti kursus. Ia membayar sekitar Rp1,5 juta kepada seseorang yang menawarkan pelatihan.

Namun, orang tersebut tidak menjalankan pelatihan yang ia janjikan. Ipan pun mengalami kerugian dan sempat merasa kecewa.

Meski begitu, Ipan tidak menyerah. Ia kembali mencari kesempatan untuk mengembangkan keterampilan pangkas rambut.

Sampai akhirnya, Ipan melihat brosur Institut Kemandirian dan mencoba mendaftarkan diri. Kesempatan tersebut membuka jalan baru bagi Ipan untuk mendapatkan pelatihan pangkas rambut yang lebih terarah.

Pelatihan Pangkas Rambut Institut Kemandirian Membuka Jalan Baru

Ipan mengikuti pelatihan pangkas rambut Institut Kemandirian pada 2026. Selama sekitar 20 hari, ia mempelajari teknik pangkas rambut dari dasar hingga praktik langsung.

Instruktur juga mengajak peserta mempelajari cara melayani pelanggan dan mengembangkan diri. Bagi Ipan, pelatihan pangkas rambut ini tidak hanya menambah keterampilan, tetapi juga membangun kepercayaan dirinya untuk memasuki dunia kerja.

Ipan berlatih keterampilan pangkas rambut di Institut Kemandirian
Ipan melatih keterampilan pangkas rambut sebagai bagian dari proses belajar di Institut Kemandirian.

Selain keterampilan kerja, Ipan juga mendapatkan pembiasaan ibadah. Peserta menjalankan salat lima waktu dan salat berjamaah selama mengikuti pelatihan.

Kebiasaan tersebut kemudian Ipan bawa ke kehidupan sehari-hari. Ia merasa lebih terbiasa menjaga salat lima waktu setelah mengikuti pelatihan.

Setelah Pelatihan, Ipan Mulai Bekerja

Setelah menyelesaikan pelatihan pangkas rambut, Ipan mulai bekerja di Kolega, Kronjo, Tangerang.

Setiap hari, ia melayani sekitar 6–10 pelanggan. Saat akhir pekan, jumlah pelanggan bisa mencapai sekitar 15–16 orang atau lebih.

Ipan menikmati pekerjaannya karena ia memang menyukai bidang pangkas rambut sejak dulu. Ketika menemukan model rambut yang belum ia kuasai, ia bertanya kepada coach dan terus mempelajarinya.

Ipan bekerja sebagai barber di Kolega Kronjo Tangerang
Setelah mengikuti pelatihan, Ipan kini bekerja sebagai barber di Kolega, Kronjo, Tangerang.

Bagi Ipan, proses belajar tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Ia terus mengasah kemampuan melalui pengalaman kerja dan berdiskusi dengan coach ketika menemukan teknik yang belum ia kuasai.

Ia juga menyadari bahwa peserta pemula membutuhkan waktu praktik yang cukup. Menurut Ipan, tambahan waktu belajar dapat membantu peserta mengenal lebih banyak model dan teknik pangkas rambut sebelum menghadapi pelanggan secara langsung.

Keterampilan Pangkas Rambut Menjadi Bekal Membuka Usaha

Ipan ingin terus mengembangkan keterampilan pangkas rambut. Untuk sementara, ia memilih bekerja sambil mengumpulkan pengalaman dan modal.

Ia berharap bisa bekerja selama satu hingga dua tahun sebelum membuka usaha sendiri. Setelah memiliki modal yang cukup, Ipan ingin membuka usaha pangkas rambut di rumah.

Bagi Ipan, pekerjaan hari ini menjadi langkah untuk membangun kemandirian. Keterampilan yang ia dapatkan melalui pelatihan pangkas rambut Institut Kemandirian juga menjadi bekal untuk mengejar cita-cita tersebut.

Ipan bersama nenek yang menjadi salah satu sumber motivasi dalam perjalanan hidupnya
Ipan bersama nenek yang menjadi salah satu sumber motivasi dalam perjalanan hidupnya

Ipan berharap pelatihan pangkas rambut dapat memberikan waktu praktik yang lebih panjang bagi peserta pemula. Ia ingin peserta memiliki kesempatan untuk mempelajari lebih banyak model dan teknik sebelum masuk ke dunia kerja.

Meski begitu, Ipan tetap bersyukur atas kesempatan yang ia dapatkan.

“Kalau kita mau berusaha, Allah itu pasti akan menunjukkan jalan terbaik untuk kita, dengan jalan yang baik,” ujar Ipan.

Perjalanan Ipan menunjukkan bahwa seseorang bisa terus melangkah meski menghadapi berbagai tantangan. Ia pernah gagal saat mencari tempat belajar, tetapi ia tidak berhenti mencoba.

Kini, Ipan sudah bekerja sebagai barber dan terus mengasah keterampilannya. Ia ingin mengumpulkan pengalaman, menabung modal, lalu membuka usaha pangkas rambut sendiri.

Bagi Ipan, perjalanan menuju kemandirian dimulai dari keberanian untuk mencoba lagi.

Penulis: Siti Halimatussadiah
Bagikan
Communications Officer
Follow:
Siti Halimatussadiah merupakan bagian dari Institut Kemandirian Dompet Dhuafa yang berfokus pada komunikasi, publikasi, dan pengembangan jejaring dengan media, serta komunitas. Ia aktif dalam produksi konten, peliputan dan dokumentasi kegiatan, serta pengelolaan kanal komunikasi digital lembaga. Dengan kemampuan komunikasi dan public speaking, Siti turut mendukung berbagai kegiatan kelembagaan sebagai Master of Ceremony (MC).