Dari mencari keterampilan yang sesuai dengan minat hingga membangun profesi sebagai terapis yang memberikan manfaat bagi orang lain.
Menemukan Jalan Baru Lewat Pelatihan Terapis dan Bekam
Cepi Umbara merupakan alumni Paradaya MOvement 1.0 Institut Kemandirian Dompet Dhuafa angkatan 2025. Ia mengikuti pelatihan pada 21–30 April 2025 dengan fokus pada keterampilan terapis dan bekam. Ia berasal dari Sukabumi dan kini tinggal di Ciakar, Panongan, Kabupaten Tangerang. Cepi merupakan lulusan Sanawiah atau setara dengan SMP. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia sempat bekerja di sebuah perusahaan. Namun, ketertarikannya pada bidang terapi membuat Cepi ingin mengembangkan kemampuan tersebut. Ia kemudian mencari kesempatan untuk mengikuti pelatihan dan mendapatkan sertifikat. Kesempatan itu membawanya ke Institut Kemandirian. Selain keterampilan teknis, Cepi mendapatkan pembelajaran tentang attitude, kepribadian, kedisiplinan, dan nilai-nilai kehidupan. Pembelajaran tersebut menjadi bekal yang ia terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Keterampilan Terapis Menjadi Sumber Penghasilan

Setelah mengikuti pelatihan, Cepi mulai menjalani profesi sebagai terapis. Ia menerima layanan pijat dan bekam secara langsung maupun melalui layanan panggilan di wilayah Tangerang dan sekitarnya. Sebelumnya, pelanggan lebih banyak mengenal jasanya melalui rekomendasi dari mulut ke mulut. Kini, media sosial dan layanan online ikut membantu memperluas jangkauan. Sertifikat dari pelatihan juga membuat pelanggan semakin percaya terhadap kemampuan Cepi. Hampir setiap hari ia mendapatkan pelanggan. Untuk menjaga jadwal tetap teratur, Cepi mengatur jumlah pelanggan sesuai dengan waktu yang tersedia. Dalam satu hari, ia dapat melayani sekitar lima orang atau lebih, terutama saat akhir pekan. Rata-rata penghasilannya mencapai sekitar Rp300 ribu per hari. Saat ramai, pendapatan tersebut dapat mencapai Rp500 ribu atau lebih. Ia bahkan pernah memperoleh sekitar Rp950 ribu dalam satu hari dari beberapa layanan dengan durasi dan tarif berbeda. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa keterampilan yang ia pelajari dapat menjadi sumber penghasilan dan jalan menuju kemandirian.
Berbagi Manfaat dan Mempersiapkan Diri Menjadi Trainer

Bagi Cepi, profesi sebagai terapis bukan hanya tentang mendapatkan penghasilan. Ia juga ingin menggunakan keterampilannya untuk membantu orang lain. Salah satu pengalaman yang paling ia ingat adalah ketika menangani seseorang yang mengalami kondisi kesehatan hingga kesulitan bergerak. Setelah mendapatkan layanan sebagai bagian dari ikhtiar, kondisi pelanggan tersebut membaik dan dapat kembali beraktivitas. Pengalaman itu semakin memperkuat keyakinan Cepi bahwa keterampilan dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Ia juga masih mengingat pembelajaran selama tinggal di asrama Institut Kemandirian. Setelah salat Magrib, peserta mendapatkan pembiasaan dan pembelajaran mengenai nilai-nilai keagamaan. Nasihat pimpinan saat penutupan juga terus ia ingat, yaitu agar ilmu dan kebaikan tidak berhenti pada diri sendiri. Karena itu, Cepi kini mengikuti pelatihan trainer. Ia ingin menjadi instruktur dan mengajarkan kembali keterampilan yang telah diperolehnya, khususnya dalam bidang bekam. Cepi juga menyampaikan kepada pimpinan dan staf Institut Kemandirian bahwa ia siap membantu jika suatu saat mendapat kesempatan untuk memberikan pelatihan.
Grow With Us: Terus Belajar, Berkembang, dan Berbagi

Melalui perjalanannya, Cepi ingin mengajak anak muda untuk mengenali dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Menurutnya, kesempatan belajar harus dimanfaatkan, terutama ketika tersedia pelatihan yang sesuai dengan minat dan kemampuan. Institut Kemandirian memiliki berbagai pilihan pelatihan, seperti bengkel, bekam, pertukangan, menjahit, dan keterampilan lainnya. Setelah menemukan bidang yang sesuai, seseorang perlu menekuninya dengan sungguh-sungguh. Jangan hanya menunggu kesempatan datang atau menyalahkan keadaan. Gunakan kemampuan yang dimiliki untuk terus belajar dan berkembang. Berusahalah. Belajarlah. Kembangkan kemampuan yang dimiliki. Kisah Cepi menunjukkan bahwa sebuah keterampilan dapat menjadi awal perubahan. Dari peserta pelatihan, ia tumbuh menjadi terapis. Dari keterampilan, ia mendapatkan sumber penghasilan. Kini, ia juga mempersiapkan diri untuk berbagi ilmu kepada orang lain. Inilah semangat Grow With Us – Alumni Paradaya MOvement 1.0 Institut Kemandirian: terus belajar, terus berkembang, dan terus berbagi.
