Dompet Dhuafa melalui Institut Kemandirian Dompet Dhuafa menggelar program Pelatihan Sekolah Tukang Ahli bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra. Program ini dilaksanakan di Desa Gewat dan Desa Patan Nangka, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi sekaligus pemberdayaan masyarakat pascabencana.


Pelatihan yang berlangsung selama 15 hari di bulan Ramadan ini diikuti oleh 21 warga dari wilayah terdampak. Melalui program tersebut, para peserta dibekali keterampilan dasar hingga menengah di bidang konstruksi bangunan agar memiliki kemampuan yang dapat langsung diterapkan dalam proses pembangunan kembali wilayah mereka.

Tidak hanya belajar teori, para peserta juga mendapatkan praktik langsung mengenai teknik pembangunan rumah yang aman dan layak. Keterampilan ini diharapkan dapat membuka peluang kerja baru bagi para penyintas, sekaligus mempercepat proses pemulihan kehidupan masyarakat di wilayah tersebut.


Program ini juga terhubung dengan pembangunan 10 unit rumah hunian sementara (Rumtara) bagi warga terdampak bencana. Menariknya, proses pembangunan rumah tersebut akan melibatkan langsung para peserta pelatihan. Dengan demikian, para alumni Sekolah Tukang Ahli tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga kesempatan kerja nyata dalam proses rehabilitasi lingkungan tempat tinggal mereka.
Selain pelatihan, Dompet Dhuafa turut menyalurkan bantuan alat kerja konstruksi, baik untuk penggunaan individu maupun kelompok. Dukungan ini diberikan agar para peserta dapat langsung mengaplikasikan keterampilan yang telah dipelajari dan terus mengembangkan kemampuan mereka di bidang pertukangan.

Melalui program Sekolah Tukang Ahli ini, Dompet Dhuafa berharap para penyintas bencana tidak hanya bangkit secara fisik melalui pembangunan hunian, tetapi juga bangkit secara ekonomi melalui keterampilan baru yang dimiliki.
Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen Dompet Dhuafa dalam menghadirkan program pemulihan berbasis pemberdayaan, dengan mendorong lahirnya tenaga tukang terampil dari masyarakat lokal yang mampu berkontribusi dalam pembangunan kembali wilayah terdampak bencana.
Teks & Foto : Siti Halimatussadiah, Gigih Ashraf
Penyunting : Sri Apriyanti



