TANGERANG – Institut Kemandirian terus memperkuat perannya sebagai pelatihan vokasional melalui kegiatan Training Instruktur Institut Kemandirian yang digelar pada Selasa (14/4/2026) di Kampus Institut Kemandirian, Karawaci, Tangerang.


Kegiatan yang diikuti oleh 25 instruktur ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas pengajar sekaligus menjaga standar kualitas pelatihan kerja agar tetap relevan dengan kebutuhan dunia industri. Program ini juga merupakan bagian dari komitmen Dompet Dhuafa dalam menghadirkan pelatihan vokasional yang berdampak bagi masyarakat.

Direktur Institut Kemandirian, Abdurrahman Usman, menegaskan bahwa instruktur memiliki peran kunci dalam menentukan kualitas pembelajaran.
“Instruktur adalah bagian fundamental dalam proses belajar mengajar. Kualitas pembelajaran sangat ditentukan oleh kapasitas instruktur itu sendiri,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui kegiatan ini Institut Kemandirian berupaya memperkuat sistem pembelajaran sekaligus melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga berkarakter dan mampu memberikan dampak nyata di masyarakat.
Standarisasi Pembelajaran dan Penguatan Nilai

Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan mengajar, tetapi juga pada standarisasi kurikulum serta integrasi Learning Management System (LMS) agar proses pembelajaran lebih sistematis, terukur, dan terdokumentasi.
Dalam pemaparannya, Zamrud, selaku fasilitator pengembangan kurikulum dan penguatan nilai pembelajaran di Institut Kemandirian, menekankan pentingnya instruktur memahami nilai dan karakter lembaga sebagai fondasi dalam proses belajar.
“Nilai dan karakter lembaga harus dipahami dengan baik oleh instruktur sebelum disampaikan kepada peserta. Ini menjadi dasar dalam membangun pembelajaran yang efektif,” jelasnya.
Tingkatkan Metode Mengajar dan Dampak Pelatihan

Selain itu, para instruktur juga dibekali teknik mengajar interaktif, komunikasi efektif, serta penyusunan rencana pembelajaran yang aplikatif. Hal ini bertujuan agar pelatihan vokasional gratis yang diselenggarakan Institut Kemandirian tidak hanya menarik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peserta.


Agus Hikmat, peserta training sekaligus instruktur service motor, mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya peningkatan kualitas pengajaran.
“Hari ini dibahas kurikulum dan insyaAllah akan saya coba terapkan ke dalam materi ajar di angkatan baru ini. Terima kasih untuk Institut Kemandirian,” ujarnya.

Sementara itu, Setiawan Chogah, instruktur softskill literasi keuangan, menilai pelatihan ini memberikan pendekatan baru dalam proses pembelajaran.
“Kegiatan ini menguatkan kami sebagai fasilitator dalam menyusun struktur pembelajaran yang lebih sistematis tanpa meninggalkan ruang refleksi bagi peserta, sehingga tidak hanya menarik tetapi juga berdampak,” ungkapnya.
Relevansi Pelatihan Gratis bagi Generasi Muda

Para alumni juga menilai keberadaan Institut Kemandirian masih sangat relevan dalam membuka akses pelatihan keterampilan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Harapannya, lembaga ini dapat terus menebar manfaat dan menjangkau lebih banyak pemuda Indonesia yang membutuhkan kesempatan untuk berkembang,” ungkap Ja’far, Hasim, dan Wandi, yang merupakan alumni pelatihan Institut Kemandirian.


Melalui kegiatan ini, Institut Kemandirian menegaskan posisinya sebagai pelatihan vokasional gratis yang tidak hanya fokus pada peningkatan keterampilan kerja, tetapi juga pada penguatan sistem pembelajaran, kualitas instruktur, serta dampak jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
Teks & Foto : Siti Halimatussadiah, Malik Dynar Arijan
Penyunting : Sri Apriyanti



