Angka kerap tampil sederhana di atas kertas. Namun di baliknya, selalu ada manusia dengan cerita hidup yang nyata—tentang perjuangan, harapan keluarga, dan masa depan yang ingin diperjuangkan. Sepanjang tahun 2025, Institut Kemandirian Dompet Dhuafa kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan akses pelatihan, keterampilan, dan peluang kemandirian bagi masyarakat luas.
Melalui rangkaian program pelatihan yang dijalankan, sebanyak 576 penerima manfaat mengambil langkah berani untuk belajar dan bertumbuh. Mereka berasal dari latar belakang yang beragam dan memilih satu dari 16 jurusan pelatihan yang disiapkan untuk menjawab kebutuhan dunia kerja maupun peluang usaha mandiri. Dari sisi demografi, penerima manfaat terdiri dari 63,2% laki-laki dan 36,8% perempuan, menunjukkan bahwa semangat untuk berdaya melintasi batas gender.


Di antara ratusan peserta tersebut, terdapat 37 teman disabilitas atau sekitar 6% dari total penerima manfaat. Kehadiran mereka menjadi pengingat bahwa pemberdayaan sejati adalah ketika kesempatan dibuka secara setara—tanpa melihat keterbatasan, melainkan potensi yang bisa dikembangkan bersama.
Program-program pelatihan yang dijalankan Institut Kemandirian sepanjang 2025 mencakup berbagai bidang keterampilan. Di sektor jasa dan keterampilan praktis, peserta mengikuti pelatihan Pangkas Rambut, Cleaning Service, Servis Motor, Service AC, Security, Caregiver, Bekam, Terapis Spa, dan Maternity Spa. Jurusan-jurusan ini menjadi pilihan banyak peserta karena memiliki peluang kerja dan usaha yang relatif luas serta dekat dengan kebutuhan masyarakat.




Di bidang kreatif dan event, Institut Kemandirian menghadirkan pelatihan Event Organizer, yang membekali peserta dengan kemampuan perencanaan, manajemen acara, hingga kerja tim. Sementara di sektor keterampilan berbasis produksi, terdapat pelatihan Menjahit, yang terus menjadi salah satu jurusan favorit untuk mendorong kemandirian ekonomi, khususnya bagi peserta perempuan.
Menjawab perkembangan zaman, sektor digital juga menjadi bagian penting dalam pemberdayaan tahun 2025. Institut Kemandirian membuka pelatihan Digital Marketing, Digital TikTok & Shopee, Digital Live Selling, serta Digital Crew Store. Program-program ini membekali peserta dengan pemahaman pemasaran digital, pengelolaan toko daring, hingga strategi penjualan melalui platform media sosial dan live commerce.


Selain itu, terdapat pula program Migrant Go Home, yang dirancang untuk mendampingi para purna migran agar mampu membangun kehidupan baru yang lebih mandiri setelah kembali ke tanah air.
Langkah-langkah pemberdayaan ini tidak terpusat di satu wilayah. Dari Kampus Utama Karawaci, Institut Kemandirian memperluas jangkauan melalui jaringan Kampus Satelit di Bogor, Cilegon, Depok, Cirebon, Yogyakarta, Makassar, Jakarta, Semarang, dan Cianjur, bahkan hingga menjangkau penerima manfaat di luar negeri, yaitu Hong Kong. Setiap titik pada peta sebaran bukan sekadar lokasi, melainkan simbol hadirnya harapan dan kesempatan baru.
Sebagian jurusan mencatat jumlah peserta yang besar, seperti Pangkas Rambut, Servis Motor, Cleaning Service, dan Service AC, yang mencerminkan tingginya minat masyarakat pada keterampilan aplikatif. Sementara jurusan dengan jumlah peserta lebih terbatas, seperti Terapis Spa dan Caregiver, tetap memiliki peran penting dalam menjawab kebutuhan spesifik di sektor layanan dan kesehatan.



Lebih dari sekadar data dan grafik, capaian tahun 2025 adalah kumpulan cerita tentang keberanian untuk memulai kembali. Tentang mereka yang memilih belajar di tengah keterbatasan, dan terus melangkah meski jalan tidak selalu mudah. Semua ini terwujud berkat dukungan para donatur, mitra, instruktur, dan para penerima manfaat yang saling menguatkan dalam satu tujuan: menghadirkan kemandirian yang berkelanjutan.
Bagi 576 penerima manfaat, tahun 2025 bukan sekadar angka dalam laporan. Ia adalah titik awal—tempat keterampilan tumbuh, kepercayaan diri menguat, dan masa depan mulai dibangun dengan tangan sendiri.
Teks & Foto : Siti Halimatussadiah
Penyunting : M. Imam Baihaqi




