Institut Kemandirian Dompet Dhuafa bersama YBM BRILiaN kembali menghadirkan program pelatihan berbasis vokasi yang inklusif. Kali ini, pelatihan Cleaning Service Difabel resmi dibuka dan diselenggarakan di Kantor LBK/Sekretariat Disabilitas Kota Bogor pada Kamis, 18 Desember 2025. Program ini juga mendapat dukungan penuh dari Yayasan Penyandang Disabilitas Kota Bogor, Dinas Sosial Kota Bogor, serta Cleansheet sebagai mitra pelatihan.



Sebanyak 15 peserta difabel mengikuti pelatihan ini selama 5 hari dengan pembekalan hardskill dan softskill, mulai dari pemahaman dasar housekeeping, standar kebersihan profesional, kedisiplinan kerja, komunikasi efektif, hingga kesiapan mental untuk memasuki dunia kerja.


Pelatihan ini menjadi ikhtiar bersama untuk membuka akses pendidikan vokasi sekaligus memperkuat kepercayaan diri para penyandang disabilitas agar mampu mandiri secara ekonomi dan berdaya di lingkungan kerja.


Kolaborasi untuk Inklusi dan Kemandirian

Direktur Institut Kemandirian Dompet Dhuafa, Abdurrahman Usman, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk kolaborasi nyata lintas lembaga untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi para difabel.
“Institut Kemandirian bersama YBM BRILiaN serta para stakeholder berkolaborasi menyelenggarakan pelatihan ini dengan harapan dapat memberikan manfaat yang luas. Kami ingin membuka akses pendidikan vokasi bagi teman-teman difabel agar memiliki skill, mandiri, dan mampu bekerja layaknya tanpa keterbatasan. Dari skill ini, semoga mereka bisa meniti kesuksesan di jalan masing-masing,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Assistant Manager Policy Research and Innovation YBM BRILiaN, Bintoro Pujo Prawiro, yang menegaskan komitmen terhadap pemerataan pendidikan inklusi.
“Kami berkolaborasi dalam program ini sebagai komitmen untuk pemerataan pendidikan di bidang inklusi. Harapannya, teman-teman difabel memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan, persiapan kerja yang layak, serta berkontribusi dalam penguatan ekonomi,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Kota Bogor, Raden Medi Sandora, berharap pelatihan ini tidak hanya berhenti pada tahap pembekalan, tetapi juga membuka pintu kesempatan kerja.
“Harapannya ke depan, teman-teman difabel bisa disalurkan ke perusahaan yang relevan dengan pelatihan ini sehingga dapat memperoleh tambahan pendapatan. Dinas Sosial tentu sangat mendukung program seperti ini,” tegasnya.

Ketua PPDI Kota Bogor, Hasan Basri, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program ini yang dinilai sangat bermanfaat bagi komunitas difabel di Kota Bogor.
Harapan yang Tumbuh Bersama Kesempatan

Bagi para peserta, pelatihan ini bukan hanya ruang belajar, tetapi juga ruang harapan. Muhammad Yusuf, salah satu peserta, menyampaikan keinginannya untuk bisa bekerja dan mandiri.
“Saya berharap setelah ikut pelatihan ini bisa mendapatkan pekerjaan walaupun dengan keterbatasan. Saya ingin punya penghasilan, mengumpulkan modal, dan suatu saat bisa punya usaha sendiri, karena selama ini sulit sekali mendapatkan pekerjaan dengan kondisi saya,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Nita, peserta lainnya.
“Saya ingin mendapatkan pekerjaan setelah ikut pelatihan ini supaya bisa punya penghasilan sendiri dan membantu ibu. Saya juga memang suka dengan pekerjaan bersih-bersih,” ungkapnya.


Pelatihan Cleaning Service Difabel ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan ruang kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas. Lebih dari sekadar pelatihan teknis, program ini merupakan wujud komitmen bersama untuk menguatkan kemandirian, membuka akses ekonomi, dan menciptakan masa depan yang lebih inklusif.

Teks & Foto : Siti Halimatussadiah
Penyunting : M. Imam Baihaqi




