Membangun Kemandirian sampai Wilayah Timur Jawa Indonesia

December 12, 2012 | By | Reply More
Bojonegoro

Bojonegoro

Institutkemandirian.org - Membangun kemandirian pemuda di setiap lini kehidupan merupakan investasi kesejahteraan daerah yang sangat mahal. Peran pemuda sebagai penerus pembangunan bangsa memiliki arti penting dalam mengurangi angka kemiskinan. Namun, kondisi ini menjadi akan tidak berarti ketika inisiatif kemamandirian dalam diri pemuda tidak terbentuk. Untuk itu, Mobil Cepu Ltd bekerjasama dengan Dompet Dhuafa Jakarta serta berjejaring dengan Institut Kemandirian Jakarta menginisiasi sebuah program pemberdayaan masyarakat yang dinamakan dengan ‘Vocational Training Program’ di tahun 2012.
Untuk itu, Mobil Cepu Limited (MCL) bermitra dengan Dompet Dhuafa, bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinaskertrans) Kabupaten Bojonegoro dan Tuban menyelenggarakan Program Pelatihan Keterampilan Minyak dan Gas 2012 yang mencakup pelatihan teknik mesin bubut, teknik instalasi listrik dan teknik elektro.
Penyelenggaraan program dilaksanakan selama 7 bulan yakni terhitung dari April sampai dengan Oktober 2012. Selama 7 (tujuh) bulan tersebut, tim Institut Kemandirian selaku pelaksana program, melakukan beberapa rangkaian untuk mensinergikan program pemberdayaan, seperti dengan Stakeholders, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tuban dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bojonegoro, BAPPEDA Tuban, BLK (Balai Latihan Kerja) Daerah Tuban dan Bojonegoro , Kepala Desa, maupun tokoh masyarakat setempat.

Bojonegoro

Bojonegoro

Setelah proses assessment dan sosialisasi dilaksanakan, maka tim Institut Kemandirian (IK) menggelar pelaksanaan pembelajaran keterampilan yakni teknik elektro, instalasi listrik, dan teknik bubut untuk pemuda Tuban dan Bojonegoro. Pelaksanaan pembelajaran berlangsung selama 1 bulan yakni terdiri dari pembelajaran dikelas berlangsung 3 minggu dan magang berlangsung 1 minggu.
Program yang bertujuan memberikan bekal keterampilan dan membangun inisiatif kemandirian pemuda ini diikuti 230 pemuda yang terdiri dari 115 pemuda dari Bojonegoro dan 115 pemuda Tuban.
Program yang telah berjalan selama 7 bulan, ditutup secara resmi melalui acara Penutupan Program Pelatihan Keterampilan Minyak dan Gas Tahun 2012 pada Rabu, 31 Oktober 2012 di Gedung KSPKP Jl. Wahidin Sudiro Husodo No.77 Tuban dan Kamis, 1 November 2012 di Gedung Koppen Jl. Basuki Rahmat Bojonegoro. Dalam penutupan pelatihan, dilakukan juga penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta dan penghargaan kepada semua pihak yang berkontribusi dalam pelaksanaan program.
Dalam sambutannya pada acara penutupan program, MCL Deputy Development Manager Elviera Putri mengatakan, pelatihan minyak dan gas merupakan bentuk kontribusi MCL untuk mendukung masyarakat dibidang penddikan, khususnya pendidikan keterampilan untuk menyiapkan pemuda – pemuda yang kedepan dapat lebih mandiri untuk berwirausaha maupun bekerja pada perusahaan di berbagai sector.
Iskandar, kepala Dinaskertrans Bojonegoro mengatakan, dinaskertrans menyambut baik inisiatif MCL bekerjasama dengan Dompet Dhuafa yang berjejaring dengan Institut Kemandirian untuk melaksanakan pelatihan keterampilan ini. Kegiatan ini membantu menciptakan peluang bagi pemuda angkatan kerja untuk berusaha dan mandiri. Selanjutnya peserta pelatihan harus berupaya mengembangkan keterampilannya agar bermanfaat, mengingat di industry migas banyak jenis pekerjaan yang membutuhkan tenaga kerja terlatih.
Hasil dari program antara lain lahirnya tenaga muda terampil di bidang teknik mesin bubut sebanyak 80 orang, teknik instalasi listrik 66 orang dan teknik elektro 84 orang. Selain itu, pemuda yang berinisiatif untuk mandiri melalui kegiatan wirausaha ada 9 orang dan yang sudah terserap di dunia kerja sebanyak 15 orang. (adv/Rodiannauli Pane)

Telah dibaca (393) kali.

Tags: , , , ,

Category: Berita

Leave a Reply

Gerai Alumni: